Hasil Lengkap Piala Pakualam: Kusumo quintrick, Rincong Aceh, Pemburu, dan Algojo hattrick

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Lovebird Kusumo belum tertandingi. Turun lima kali dalam lomba burung berkicau Piala Pakualam di Jogja Expo Center (JEC), Jl Raya Janti Banguntapan Jogja, Minggu (14/6), burung milik H Sigit WMP ini mencetak kemenangan quintrick atau menjuarai lima kelas. Tiga burung lainnya mencetak hattrick, yaitu kacer Rincong Aceh, cucak hijau Pemburu, dan kenari Algojo.

Gelaran Piala Pakualam dimulai tepat pukul 10.00, dibuka dengan “tarian panah” dari Puro Paku Alam. Puro Paku Alam yang diwakili KRT Projo Anggono menyerahkan trofi kepada Ketua Pelestari Burung Indonesia (PBI) Pusat Mr Bagiya Rakhmadi SH. Mr Bagiya kemudian menyerahkan kembali trofi itu kepada Ketua PBI Cabang Bantul H Astono yang juga ketua panitia Piala Pakualam.

Lomba burung berkicau Piala Pakualam
Gelaran Piala Pakualam dibuka dengan tarian dari Puro Paku Alam.

Sejumlah tokoh perburungan hadir di sini, antara lain Ketua Yayasan BnR Bang Boy dan petinggi BnR lainnya, H Elviano, Yudi Voltus, Mr Edy PLN,  Joko Ireng, Ketua PBI DKI Jakarta Deny Halim, Ketua PBI Pengda Bali Mr Fajar, Cahyo Matrix, Robert Hendro alias Robert Pemburu, M Kadafi, Benny Luwes, dan lain-lain.

Seperti diprediksi omkicau.com (silakan cek di sini), Lovebird Kusumo dan kacer Rincong Aceh bakal merajai kejuaraan. Kusumo hanya mengikuti lima dari delapan kelas yang dilombakan, sesuai dengan batasan maksimal tampil di kelas lovebird yang diberlakukan panitia.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
Lovebird Kusumo
Lovebird Kusumo: Tampil lima kali, dan selalu juara 1.

Lovebird Kusumo sukses menjuarai Kelas Pangeran, Pariwisata A dan C, serta Sentono A dan D. Ini mengulangi kecemerlangannya saat tampil dalam even akbar BnR Award di Cibubur (7/6). Ketika itu Kusumo tiga kali juara 1.

Om Sigit WMP Klaten.
Om Sigit (kaos merah) bersama kru WMP Klaten.

Ada tiga kelas yang tak diikuti Kusumo, dan dimenangi tiga burung berbeda. M Adrian dari Sukoharjo menurunkan lovebird Natalie dan meraih juara 1 Kelas Sentono B.

Kicaumania belia yang sebagian besar lovebirdnya merupakan hasil breeding sendiri ini juga moncer melalui gaco-gaco lainnya, seperti Lorde (juara 3), Rita Ora (juara 5), dan Charli XCX (juara 9).

( simak juga Cara hebat Om Adrian dalam breeding dan mengorbitkan lovebird jawara )

M Adrian Sukoharjo
M Adrian (2 dari kiri) sukses orbitkan lovebird Natalie hasil breeding sendiri.

Kelas Pariwisata B dimenangi lovebird Valentina milik Oyong 2AMS dari ALB Arema. Satu sesi lainnya (Kelas Sentono C) dijuarai lovebird Ditasya milik Teguh Walet. Sama seperti Om Sigit, Om Teguh juga memperkuat Kambing Hitam BC.

Kurnia BF Banjarnegara memang tidak kebagian juara 1, tetapi dua lovebird andalannya tetap masuk daftar juara, yaitu Opium (juara 2, 6) dan Dollar (juara 8, 10).

Hal serupa dialami Luwes BC. Tim ini meloloskan lovebird DJ Krisna milik Om Nanang Kris nangkring di posisi kedua Kelas Pangeran, di bawah LB Kusumo. Adapun Supernova milik Om Eko LMS meraih juara 8. Luwes juga moncer bersama kenari Bumble Bee milik Om Noor RS (juara 3, 9).

Penampilan kacer Rincong Aceh makin kinclong

Prestasi gemilang juga ditorehkan kacer Rincong Aceh. Jagoan milik M Kadafi (KDV Star BF) ini sukses menjuarai tiga. Dalam BnR Award, Rincong menjuarai dua kelas.

Kacer Rincong Aceh
Penampilan kacer Rincong Aceh makin hebat, volume lebih kenceng.

Panitia membuka lima kelas kacer, namun kacer Rincong Aceh hanya mengikuti tiga kelas saja. Pada sesi pertama, Kelas Sentono, Rincong Aceh absen. Sebab sang pemilik, M Kadafi, menganggap jarak antara sesi pertama dan kedua terlalu dekat. Sesi kedua merupakan kelas utama, Adipati.

“Saya pikir jarak antara sesi pertama dan kedua terlalu dekat, jadi sesi pertama absen. Tapi saya lupa bahwa durasi penilaian di PBI relatif tidak terlalu lama seperti BnR. Sebenarnya jeda dekat pun tidak apa-apa,” ujar Om Kadafi yang kali ini memperkuat Naga Hitam BC.

Kelas Sentono dimenang kacer Dewa Serayu. Gaco milik Fitri BKS yang sehari-hari dirawat Om Damar di Kotagede ini mengungguli Rambo milik Om Edy PLN (279 SF Bekasi) yang memperkuat Kambing Hitam BC.

Kelas utama Adipati akhirnya dijuarai Rincong Aceh, dengan mengungguli kacer-kacer hebat seperti Hard Rock milik H Bayu dan kacer Rambo milik Om Edy PLN.

Om Kadafi KDV Star BF
Om Kadafi (2 dari kiri) bersama kru KDV Star BF.

Rincong Aceh kembali menjuarai kelas berikutnya, yaitu Pangeran. Hard Rock kembali menjadi juara kedua, diikuti gaco milik Mr Deko Samarinda (Kambing Hitam) bernama kacer Ali Kojo.

Hattrick akhirnya diraih Rincong Aceh setelah memenangi Kelas Pariwisata, mengungguli kacer Dewa Serayu dan RI One kepunyaan Herman LCC dari Lumajang.

Penampilan kacer Rincong Aceh memang mengundang decak kagum para kicaumania, terutama bagi mereka yang belum pernah melihat aksinya. Bahkan yang pernah melihat pun menilai penampilan Rincong Aceh makin kinclong.

Volumenya jauh lebih kenceng daripada sebelumnya. Sejumlah burung di dekatnya pun mbagong mendapat serangan bertubi-tubi dari Rincong Aceh, termasuk Dewa Serayu.

Satu sesi lainnya, Kelas Ring PBI, yang digelar paling akhir di lapangan berbeda (B) dijuarai kacer Tora milik Fitri BKS. Juara kedua

Prestasi kacer Hard Rock yang dikawal H Budi juga layak diapresisasi. Hard Rock dua kali meraih juara kedua, plus sekali juara 6. Begitu pun kacer Rambo yang mengoleksi juara 2, 3, 4.

Pemburu terbaik di kelas cucak hijau

Cucak hijau Tegar milik Om Yogi Naga Hitam kali ini gagal menjuarai salah satu dari lima kelas yang dilombakan. Jagoan yang baru saja meraih hattrick di BnR Award ini harus puas meraih juara 3 dan 7.

Kelas cucak hijau dikuasai Pemburu milik Om Robert Pemburu (Bondowoso) dan Persebaya koleksi H Rizal LBB Surabaya yang juga memperkuat Naga Hitam.

Om Robert Pemburu
Om Robert Pemburu mendominasi kelas cucak hijau.

Cucak hijau Pemburu tampil sebagai juara pertama kelas utama Adipati, Pariwisata, serta Sentono A. Persebaya menjuarai Kelas Pangeran, sekali juara 2, dan dua kali juara 3. Adapun Kelas Sentono B dijuarai cucak hijau Dokter Cinta milik Faizin (Tegal) dari Naga Hitam BC.

H Rizal LBB Team
H Rizal LBB: Cucak hijau Persebaya juara 1, 2, 3, 3.

Cucak hijau New Revo milik Om Afron / Mr Wahono (Moga Pemalang) meraih juara 2 dan 3. Minggu (7/6), burung ini menjuarai satu kelas di BnR Award. Om Afron mengakui, penampilan New Revo kali ini kurang maksimal.

Om Yogi Naga Hitam menjuarai 6 kelas kenari

Burung lainnya yang menang hattrick adalah kenari Algojo milik Om Yogi Naga Hitam. Algojo tampil ngedan di Kelas Adipati, Sentono A, dan Sentono B, dengan selalu bertengger di posisi pertama.

Tak hanya itu, Algojo juga meraih juara 2 Kelas Pangeran dan juara 4 Pariwisata B. Ini membuktikan stamina kenari Algiojo yang luar biasa dan kestabilan penampilannya selama ini.

Kenari yang mengungguli Algojo di Kelas Pangeran adalah Elvis Presley yang juga milik Om Yogi Naga Hitam. Gaco ini juga mumpuni dan meraih double winner, karena juga menjuarai Kelas Pariwisata A serta juara 3 Kelas Sentono A.

Om Yogi Naga Hitam benar-benar merajai kelas kenari. Gaconya yang lain, Dewi Kecil, pun menjuarai Kelas Kalitan A Sentono. Dari delapan kelas kenari yang dilombakan, enam kelas dijuarai gaco-gaco milik Om Yogi.

Fitri BKS kebagian dua gelar juara pertama, melalui kenari Superstar di Kelas Pariwisata B dan kenari Robin Hood di Kelas Kalitan B Sentono. Robin Hood mengungguli Golden Kids yang juga koleksi Fitri BKS dan Dewa Kecil.

Murai batu dibuka lima kelas, masing-masing tiga kelas ring dan tiga kelas umum. MB Manahadap milik Om Ari KD (Solo) mendominasi kelas ring / hasil penangkaran.

Murai batu Manahadap
Murai batu Manahadap nyeri juara 1 di kelas ring.

Manahadap bahkan dua kali juara 1, yaitu di kelas utama MB Ring Adipati serta MB Ring Pariwisata. Kelas MB Ring Bintang PBI dimenangi murai batu Bintang Muda milik Om Yogi Naga Hitam.

Murai batu Maestro juga meraih double winner di kelas murai batu (umum). Jagoan milik Om Ali SS (Purbalingga) yang memperkuat Naga Hitam BC ini terbaik di Kelas Pangeran dan Pariwisata.

Murai batu Maestro
Murai batu Maestro milik Om Ali SS (Purbalingga) nyaris hattrick.

Bahkan Maestro nyaris hattrick. Sayangnya, ketika berlaga di Kelas Sentono, Mastero harus puas di urutan kedua. Kelas ini dimenangi murai batu Batistuta milik Om Benny AP dari Rembang.

Ali SS dan Yogi Naga Hitam
Om Ali SS (kanan) memperkuat Naga Hitam BC pimpinan Om Yogi (kiri).

Beberapa pemain mengeluh jagoannya tampil bagus tapi kurang terpantau. Misalnya MB Rossi milik Mr Gendon. Dua kali turun, Rossi yang menurutnya tampil ciamik tidak masuk 10 besar. Kecewa, dia langsung angkat kaki, pulang lebih dulu, meski masih ada sesi lain yang semula ingin diikutinya.

Mr Gendon dan murai batu Rossi
Mr Gendon (kiri): Murai batu Rossi kurang terpantau.

Selain memborong tiga gelar juara pertama di kelas cucak hijau, Om Robert Pemburu juga merajai kelas cendet. Gaco andalannya, cendet Pemburu, menjuarai Kelas Pariwisata, unggul atas cendet Ali Topan milik Om Hadi CNI (Surabaya) yang termasuk salah satu cendet terbaik nasional. Juara 3 diraih cendet Morata milik Om Benny AP (Rembang).

Cendet Pemburu juga tak tertandingi di Kelas Pangeran, mengungguli cendet Peterpan milik Mr Fajar (Duta Bali Koalisi) dan Morata.

Satu kelas lagi, Sentono, dimenangi cendet Sangkala yang juga milik Om Robert Pemburu. Juara 2 dan 3 ditempati Peterpan dan Mr 44 milik H Said Israel dari Gagak Sakti Gresik.

Dominasi Ratu Jagat di kelas cucak jenggot / kapas tembak juga belum terpatahkan. Burung andalan Mr Yayang Pangkalanbun (Kalteng) yang dirawat Om Jikano di Semarang ini menjuarai Kelas Sentono dan Bintang PBI.

Cucak jenggot Ratu Jagat
Cucak jenggot Ratu Jagat belum terkalahkan.

Sudah empat tahun Ratu Jagat mendominasi kelas cucak jenggot dalam berbagai lomba, baik di Blok Tengah maupun even nasional. Ratu Jagat sempat bersaing ketat dengan CJ Yasmin milik Om Kadafi. Sayangnya Yasmin kini sudah tiada, sehingga Ratu Jagat kehilangan kompetitor terberatnya.

Om Jikano dan cucak jenggot Ratu Jagat
Om Jikano bersama cucak jenggot Ratu Jagat.

Tiga kelas anis merah dimenangi burung berbeda, masing-masing Super Bella milik Om Yono Plaza (Semarang) yang memperkuat Kambing Hitam BC, Anaconda kepunyaan Om Fitri BKS, dan Kharisma milik Om Robert Pemburu (Bondowoso).

Mr Teguh Wahyudi (Argomulyo SF Bantul) menurunkan anis merah Super Hot yang dua kali menjadi juara kedua. Anis merah Mantili milik Om Kimpen, yang meraih hattrick di BnR Award, kali ini meraih juara 5 Kelas Sentono.

Sama seperti Mr Gendon, Om Kimpen merasa AM Mantili sudah tampil bagus, terutama pada Kelas  Adipati, namun tidak masuk 10 besar. Meski bingung terhadap penilaian juri, Om Kimpen memilih bersikap sportif dan enggan protes.

Anis kembang Janoko orbitan Om Joko Sunaryo / Ardi (Naga Hitam) nyaris menyapubersih dua kelas yang dilombakan. Janoko menjuarai Kelas Ring Sentono, mengungguli Pangeran milik Jamaica 125 LS Jogja dan Sakura kepunyaan Fitri BKS.

Anis kembang Janoko
Anis kembang Janoko milik Om Joko Sunaryo

Janoko kembali turun di Kelas Ring Bintang PBI, dan berada di posisi kedua. Kelas ini dimenangi anis kembang Sakura. AK Janoko memiliki mental hebat. Bahkan dalam kondisi ditenteng pun, burung ini tetap rajin bunyi.

( lihat juga Video AK Janoko: Sejak digantang sampai ditenteng tetap ngerol )

Secara keseluruhan, gelaran Piala Pakualam berlangsung lancar dan meriah. Gelar juara umum bird club (BC) diraih Naga Hitam, dan berhak memperoleh trofi plus uang sebesar Rp 1 juta.

Penentuan juara umum BC berdasarkan koleksi juara 1 terbanyak. Dalam hal ini, Naga Hitam meraih 14 kali juara 1. Posisi runner-up ditempati Kambing Hitam BC yang mengoleksi lima gelar juara 1.

Naga Hitam juara umum BC
Naga Hitam juara umum BC

Adapun predikat juara umum single fighter (SF) diraih Fitri BKS meraih dan berhak memperoleh trofi plus uang sebesar Rp 500.000. Fitri BKS yang memiliki pasukan di berbagai daerah meraih tujuh gelar juara 1. Runner-up SF diraih Robert Pemburu (Bondowoso).

Ketua Panitia H Astono dan Ketua Pelaksana Om Samsulhadi mewakili panitia dan juri mengucapkan terimakasih atas dukungan para peserta, dan memohon maaf jika masih ada kekurangan di sana-sini.

“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik dari semua aspek. Kalau masih ada kekurangan, ada yang kurang puas, izinkan kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya,” kata Om Samsulhadi.  (Waca)

Hasil Lengkap Piala Pakualam Jogja:

Lovebird | Kacer | Murai | Cucak Hijau | Kenari | Anis Merah | Anis Kembang | Cendet | Kelas Lain

GALERI GAMBAR PIALA PAKUALAM

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.