Nareswari mendominasi kontes Papburi Rembang

Gelaran Papburi biasanya identik lama, karena mesti melalui proses penyisihan. Kemudian terpilih 10 burung terbaik yang harus bertarung lagi di babak final. Selepas final, para peserta harus menunggu proses rekap dengan mengentri data para juri.

Proses rekap pun sering memakan waktu relatif lama. Tidak heran apabila babak final pun terkadang belum rampung meski hari menjelang gelap. Apalagi jika kontes itu digelar oleh penyelenggara yang masih baru.

Tetapi suasana berbeda terjadi dalam kontes Papburi Rembang di Balai Desa Kedungrejo, Jalan Raya Rembang – Blora, Minggu (14/6). Ini merupakan even perdana bagi Papburi Rembang pimpinan Om Kecik. Faktanya, kontes kenari ini berlangsung relatif lancar, tidak ada ketersendatan. Hebatnya lagi, lomba sudah bisa dipungkasi sekitar pukul 16.00.

Kontes Papburi Rembang
Suasana kontes Papburi Rembang di Balai Desa Kedungrejo, Rembang, Minggu (14/6).

Hal ini membuat Om Kecik tampak bergembira. “Ya, sebelum ini kita kan sudah banyak bertanya dan belajar langsung, misalnya dengan teman-teman di PPK-1 Papburi Klaten. Kita tanya-tannya kendala yang sering terjadi, dan bagaimana solusinya. Alhamduillah semuanya berlangsung lancar dan baik,” kata Om Kecik.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Kegembiraan makin bertambah lantaran partisipasi peserta lokal relatif banyak. Bahkan yang datang bukan hanya kenarimania asal Rembang, melainkan juga dari Purwodadi, Pati, dan kawasan Jalurata atau wilayah barat Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah.

“Kami mencoba memberikan pilihan kontes kepada para kenarimania, sistem yang memungkinkan peserta bisa menikmati suara burung, sekaligus pembelajaran bagaimana kenari yang bagus dan bisa juara. Harapannya, gelaran Papburi Rembang mampy menggairahkan dunia kenari di kawasan timur pantura Jawa Tengah. Selain itu, para breeder kenari pun ikut terdongkrak pamornya,” tambah Om Kecik.

Om Kecik, ketua Papburi Rembang
Om Kecik, ketua Papburi Rembang.

Dominasi gaco-gaco Nareswari Klaten

Dalam kontes kali ini, gaco-gaco Nareswari Team Klaten yang umumnya lebih mapan tampil mendominasi. Pasukan Nareswari pimpinan Om  Tari memenangi tiga dari lima kelas yang dilombakan.

Nareswari menurunkan beberapa kenari andalannya seperti Ilusi, Kuda Hitam, Bintang Buana, Violet, Zombie, Liberty, dan Tipe-R. Gaco-gaco ini merajai kelas standar dan standar ring.

Prestasi paling mengkilap diraih kenari Ilusi yang sukses menjuarai dua kelas: Standar Pantai Kartini dan Standar Pantai Caruban. Juara 2 pada kedua kelas ini pun diraih gaco lain Nareswari, yaitu kenari Kuda Hitam.

Narewari Team
Narewari Team panen juara di Papburi Rembang.

Kenari Ilusi dan Kuda Hitam saat ini memang sedang hot-hotnya. Kedua burung ini kerap menjuarai even di Jogja dan Solo Raya.

Dalam kontes Papburi Sragen, 31 Mei lalu, kenari Ilusi milik Om Tari S juga sukses menjuarai dua kelas sekaligus. Sebelumnya, gaco ini meraih juara 1 dan 2 dalam Latpres PPK-3 Jakapodang di Jurangjero, Karanganom, Klaten (25/5).

Prestasi kenari Kuda Hitam juga sangat meyakinkan. Gaco orbitan Om Zimon DP ini termasuk langganan juara di Jogja dan Solo Raya, Dalam kontes Papburi Klaten – Kenari di Dadaku, 22 Februari 2015, Kuda Hitam meraih juara 1 dan 2. Om Kicau pernah memuat tips perawatan kenari Kuda Hitam di sini.

Melihat rekam jejak prestasinya selama ini, disertai konsistensi perawatannya, tidak heran apabila Ilusi dan Kuda Hitam nangkring di posisi teratas dalam kontes Papburi Rembang.

Kelas Standar Ring juga dimenangi gaco Nareswari, yaitu Bintang Buana. Juara kedua ditempati Bajak Laut milik PKP Pati, diikuti kenari Liberty milik Nareswari.

PKP Pati
PKP Pati moncer di sejumlah kelas.

Kenari Predator milik Om Dimas (Rembang) juga memberi perlawanan, dan menempati posisi 5 pada Kelas Standar Pantai Kartini. Predator merupakan kenari kecil yang mampu bersaing di kelas standar bebas.

Ketika berlaga di kelas spesialisnya, standar kecil (kalitan), Predator tak tertandingi lawan-lawannya. Ada dua kelas standar kecil yang dibuka panitia Papburi Rembang, yaitu Sunan Bonang dan Museum Kartini.

Kenari Predator terbaik di Kelas Standar Kecil Museum Kartini. Juara kedua diraih Victory koleksi PKP Pati, dan juara 3 Krisna milik Om Ilham dari Selikoer BF Jogja.

Om Ilham juga menurunkan kenari Damar Wulan yang sukses menjuarai Kelas Standar Kecil Sunan Bonang. Juara 2 dan 3 diraih Bajak Laut milik PKP Pati dan Cimol milik Om Juda (Rembang).

Om Ilham Selikoer BF Jogja
Om Ilham (kiri) Selikoer BF Jogja moncer bersama kenari Damar Wulan dan Krisna.

Sebagian peserta berencana mengikuti Latpres Papburi Klaten di Gedung Papburi Gergunung, Klaten, Minggu (21/6) mendatang. Sobat-sobat kenarimania di Blok Tengah, khususnya Solo Raya dan Jogja, yang ingin merasakan bagaimana sensasi berlomba di lingkungan Papburi bisa menjajal even ini. Panitia membuka beberapa kelas, dengan harga tiket Rp 30.000, Rp 50.000, Rp 70.000, dan Rp 100.000. (Waca)

KKP Purwodadi
KKP Purwodadi senang bisa berkiprah di kontes alternatif.
Panitia Papburi Rembang
Panitia Papburi Rembang: Mulus di even perdana.

Hasil Kontes Papburi Rembang (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.