Variasi suara burung-madu gunung untuk masteran dan memancing bunyi

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Burung-madu gunung merupakan salah satu spesies endemik di Pulau Jawa. Burung-madu dengan bulu beraneka warna ini ternyata memiliki suara kicauan yang tajam dan bervariasi. Berikut ini beberapa variasi suara kicauan burung-madu gunung yang bisa digunakan untuk masteran dan memancing bunyi.

Burung-madu gunung Burung-madu gunung atau white-flanked sunbirds yang merupakan burung endemik Pulau Jawa
Burung-madu gunung / white-flanked sunbirds merupakan spesies endemik Pulau Jawa.

Burung-madu gunung / white-flanked sunbirds (Aethopyga eximia) mempunyai wilayah persebaran terbatas di Pulau Jawa (endemik Jawa). Burung ini dapat dijumpai di daerah pegunungan, antara lain Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango di Jawa Barat dan Taman Nasional Gunung Merapi di Jawa Tengah.

Meski termasuk spesies yang cukup umum, kita akan kesulitan menemukan keberadaan burung-madu gunung ini. Pasalnya, burung ini dikenal pemalu namun tidak betah tinggal diam. Jadi, untuk dapat mengamatinya, dibutuhkan kesabaran dan penglihatan yang cukup tajam.

Ukuran burung-madu gunung tidak terlalu jauh berbeda dari jenis burung-madu lainnya. Hanya saja ekornya yang panjang pada burung jantan membuat ukuran tubuhnya terlihat lebih besar, dengan panjang sekitar 13 cm.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Burung jantan memiliki mahkota dan garis tenggorokan berwarna biru mengkilap. Bagian tenggorokan hingga dada bagian atas berwarna merah. Adapun punggung dan sayapnya berwarna zaitun. dengan ekor panjang berwarna hijau bercampur kebiruan.

Burung betina memiliki tubuh bagian atas berwarna zaitun kusam, sedangkan bagian bawahnya hijau zaitun tua dan ekor terlihat lebih pendek daripada burung jantan.

Burung-madu gunung jantan (kiri) dan betina
Burung-madu gunung jantan (kiri) dan betina.

Burung-madu gunung acapkali dijumpai sendirian atau bersama pasangannya, tetapi sesekali terlihat pula bersama koloni kecil saat mencari pakan berupa nektar dan serangga seperti ulat dan laba-laba. Mereka kerap mendatangi pohon-pohon yang sedang berbunga atau tumbuhan merambat yang terdapat di hutan-hutan lebat atau di pinggir hutan.

Musim kawin berlangsung pada bulan Maret – Juni serta November – Desember. Sarangnya terbuat dari lumut, sarang laba-laba, dan lain-lain. Bentuk sarangnya menyerupai kantung yang tergantung di tempat cukup tinggi dari permukaan tanah.

Burung-madu gunung betina bertelur sebanyak 2 – 3 butir, yang akan dierami selama 18 – 19 hari. Burung jantan membantu merawat dan memberi makan anak-anaknya sampai berumur dewasa.

Seperti disebutkan di atas, suara kicauan burung-madu gunung cukup tajam dan bervariasi. Suara kicauannya bisa menarik jenis burung lain untuk berbunyi, serta bisa dijadikan pula suara masteran untuk jenus burung lainnya.

Meski burung-madu gunung dalam status Risiko Rendah (LC), perlu diketahui bahwa seluruh spesies burung-madu di Indonesia telah dimasukkan dalam daftar burung yang dilindungi, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 / Tahun 1999. Jadi tidak perlu dipelihara!

  • Suara kicauan burung-madu gunung – variasi 1
  • Suara kicauan burung-madu gunung – variasi 2
  • Suara kicauan burung-madu gunung – variasi 3

Download suara burung-madu gunung di sini

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.