Hasil Lengkap Valentine Day: Cucak hijau Pemburu Dolar juga hattrick, LB Kusumo tetap dikerumuni fans

Selain lovebird Opium, ada satu burung lagi yang mencetak kemenangan hattrick dalam even akbar Valentine Day PBI di Taman Pemda Denggung, Sleman, Minggu (14/2). Dialah cucak hijau Pemburu Dolar milik Om Robert Hendro alias Om Robert Pemburu dari Bondowoso.

Valentine Day Jogja
Suasana lomba burung berkicau Valentine Day di Taman Denggung Sleman, Minggu (14/2).

Cucak hijau Pemburu Dolar mampu menjuarai tiga dari enam kelas yang dilombakan. Padahal lawan yang dihadapinya tangguh-tangguh, antara lain Rimba Sakti dan New Bilqis milik Fitri BKS Samarinda, Dokter Cinta andalan Om Faizin DM, Sing A Song milik Om Ming Basket (Surabaya), Persebaya milik Sien Ronny SF Surabaya, Giok Hijau kepunyaan Om Yudi Voltus (Jakarta), dan lain-lain.

Pemburu Dolar menjuarai kelas utama Valentine, Kelas Bintang Dewi Amor A, dan Bintang Cupido A. Tiga kelas lainnya masing-masing dimenangi Sing A Song, Rimba Sakti, dan Kresno milik Harun SF dari Ponorogo.

Selain mendominasi kelas cucak hijau, Om Robert Pemburu juga menguasai kelas cendet. Dua jagoan pun diturunkannya, yaitu Pemburu dan Sangkakala. Cendet Pemburu menjuarai Kelas Valentine dan Bintang Dewi Amor. Sangkakala terbaik di Kelas Bintang Cupido.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Satu-satunya kelas yang terlepas adalah Bintang Asmara yang dimenangi cendet Ali Topan milik Fitri BKS. Pemburu berada di posisi kedua, disusul cendet Singo Edan milik H Aan dari Arowana 04.

Hanya mengandalkan cucak hijau Pemburu Dolar serta cendet Pemburu dan Sangkakala, Om Robert Pemburu sukses mengoleksi poin terbanyak kedua untuk kategori single fighter (SF). Juara umum SF diraih Fitri BKS yang turun dengan kekuatan penuh di seluruh kelas.

Om Robert Pemburu
Om Robert Pemburu (kiri) merajai cucak hijau dan cendet.

“Saya sejak awal memang tidak berniat mengejar juara umum SF. Eh, sekarang malah jadi runner-up, dan semuanya murni dari poin burung milik sendiri,” ujar Om Robert.

Kejutan memang terjadi di kelas lovebird. Seperti diberitakan sebelumnya, lovebird Opium andalan Om Ferry Yong (Kurnia BF Banjarnegara) berhasil mencetak hattrick. Opium bahkan nyaris quattrick, kalau saja tidak dikalahkan lovebird Sangrilla milik Om Hoho Silver di Kelas Bintang Cupido D.

Lovebird paling fenomenal saat ini, Kusumo, untuk kali pertama gagal meraih juara 1. Gaco andalan H Sigit WMP yang memperkuat KAMI BC ini harus puas menjadi juara 2, 3, dan tiga kali juara 6.

Meski demikian, Kusumo tak pernah kehilangan para penggemarnya. Saat istirahat, burung ini tetap dikerumuni fans. Banyak di antara mereka yang memberi dukungan, bahkan menganggap lovebird Kusumo sebenarnya layak juara.

Lovebird Kusumo tetap dikerumuni fans
Lovebird Kusumo tetap dikerumuni fans dan tetap dianggap layak juara.

“Edan! Burung kerja hebat seperti itu hanya dapat C,” ujar Om Zimon DP, peserta di kelas campuran impor, yang kini juga belajar main lovebird.

Keluhan terhadap penjurian memang masih ada, tetapi semuanya bisa diselesaikan secara baik. Om Benny Luwes termasuk peserta yang mengeluh, karena lovebird Sekar Ayoe yang pekan lalu juara di Embun BC, kali ini malah tak terpantau sama sekali.

“Sekar Ayoe tampil bagus, tetapi tak terpantau, sehingga tidak masuk daftar juara. Tapi mau gimana lagi? Lovebird sekelas Kusumo yang tampilnya begitu pun kena goreng,” ujar Om Benny.

Benny Luwes dan lovebird Sekar Ayoe
Om Benny Luwes saat mengantar LB Sekar Ayoe nyeri di Embun BC.

Om Hengki yang menurunkan cucak hijau Raja Goki andalan Om Teguh Walet juga merasa bingung, burung tampil sangat bagus kok ya tetap terpental. “Jengkel iya, tapi saya sih berusaha tetap senang. Esok kan masih banyak lomba lainnya,” ujarnya.

Di luar itu, sejumlah burung pemula juga bisa merebut juara. Misalnya murai batu Brantas milik JBS Sudarto  yang menjuarai Kelas Ring Valentine, serta lovebird Andini mlik Om Catur yang memenangi Kelas Bintang Cupido E. Kedua pemain ini sama-sama memperkuat Brawijoyo BC Sragen.

Mr Fajar Bali membawa pulang sekali juara 1 besama kenari Mesam-Mesem. Solitere koleksi Om Edy Rama Sakti juga sekali juara 1. Cucak jenggot Karin milik Om Martin (Rosa SF Jatibarang) nyeri juara 1, mengulangi prestasi di even Ronggolawe Jakarta (24/1) dan IBC Jakarta (31/1).

Cucak jenggot Karin
Cucak jenggot Karin makin sering nyeri juara 1.

Lomba Valentine Day kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena diramaikan pula dengan Beauty Contest Lovebird. Dalam hal ini panitia menggandeng KLI Korwil Jogja. Model seperti ini akan diteruskan dalam even-even PBI berikutnya, termasuk Piala Pakualam dan Piala Raja.

( Hasil Beauty Contest Lovebird bisa dilihat di sini )

Secara keseluruhan, even Valentine Day 2016 berlangsung meriah, diikuti sekitar 2.500 peserta dari semua blok di Jawa, serta para kicaumania dari Bali, Kalimantan, dan Sumatera. (Waca)

Om Ferry Yong
Om Ferry Yong: LB Opium nyaris quattrick.
Om Andri Komplong dan H Suwadi
Om Andri Komplong (pegang trofi) dan H Suwadi (berdiri, bertopi) juara 1 kenari kalitan.
Valentine Day
Dari kiri: Benny AP, Bambang Honda, Yono Plaza, Heri Surabaya, dan Mr Bagiya.
Panitia dan juri Valentine Day
Panitia dan juri Valentine Day 2016.

Hasil Lomba Valentine Day, Jogja (Minggu, 14 Februari 2016)

Kelas Murai Batu | Lovebird | Kenari | Kacer | Cucak Hijau | Cendet | Anis Merah | Kelas Lain

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.