Pleci Panglima Kumbang double winner di Sindujaya BC Brebes

Gantangan Sindujaya BC yang berlokasi di Desa Kertasinduyasa Gang Tengah Makam, Kecamatan Jatibarang, Brebes, selama ini cukup diminati para kicaumania di Brebes dan Tegal. Selain letaknya yang strategis, yakni di perbatasan Kabupaten Brebes dan Tegal, juga karena jurinya saling bergantian (rolling) dalam latber yang rutin digelar setiap Jumat sore.

Suasana Latber Sindujaya BC Brebes
Latber Sindujaya BC Brebes digelar rutin setiap Jumat sore.

“Sistim rolling juri sudah menjadi kebiasaan dan kebijakan pengurus Sindujaya BC. Hal ini dimaksudkan agar minat peserta untuk datang ke Gantangan Sindujaya lebih besar daripada menggunakan juri tetap,” kata Om Agus Tu, ketua Sindujaya BC.

Sindujaya BC menyelenggarakan latber sejak tahun 2013, dengan melombakan enam jenis burung berkicau (kacer, murai batu, cucak hijau, lovebird, kenari, dan pleci), yang dikemas dalam dua kelas: Mega Bintang (Rp 20.000) dan Bintang (Rp 10.000).

“Selain latber rutin setiap Jumat sore, Sindujaya BC juga mengadakan latpres sebulan sekali, biasanya pada awal bulan, dengan harga tiket 50 ribu dan 30 ribu,” tambah Om Agus Tu.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Panitia Sindujaya BC Brebes
Kesibukan panitia di bagian pendaftaran.

Dalam Latber Sindujaya BC, Jumat (15/4) lalu, jumlah peserta tidak seramai biasanya. Hal ini lantaran gerimis dan hujan kecil turun sejak pagi hingga menjelang sholat Jumat.

“Lapangan pun terlihat agak becek sehingga banyak peserta mengurungkan niatnya untuk mengikuti latihan. Meski demikian, latber tetap berjalan lancar dan tertib,” kata Om Adi, juri tetap sekaligus penasihat Sindujaya BC.

Dua kelas lovebird lumayan penuh, masing-masing 34 peserta di Kelas Mega Bintang dan 39 peserta di Kelas Bintang. Lovebird Casio milik Om Franz (Cemplon SF) terbaik di Kelas Mega Bintang, unggul atas Comel milik Om Waras (Surokidul, Pagerbarang) dan Syarifah kepunyaan Om Musadad (BNN Team Jatibarang).

Om Franz dan lovebird Casio
Om Franz: Lovebird Casio juara 1 Kelas Mega Bintang.

Kelas Bintang dijuarai lovebird Dewi. Gaco andalan Om Samsudin Gumayun (Team Kangkung) ini unggul atas Comel dan Al-Fathir milik Om Fariz dari Ngrekel Team Jatibarang.

Kendati dua kali berada di posisi kedua, penampilan lovebird Comel cukup menawan. Burung ini rajin bunyi, meski durasi ngekeknya masih di kisaran 20 detik. Itu sebabnya, tiga juri bersepakat mengkoncer 3 bendera kuning untuk LB Comel, baik di Kelas Mega Bintang maupun Bintang.

Om Waras dan lovebird Comel
Om Waras bersama lovebird Comel.

“Maklum saja, lovebird Comel masih belia. Umurnya baru memasuki enam bulan. Saya tetap puas melihat kinerjanya,” ujar pemiliknya, Om Waras.

Pleci Panglima Kumbang menjadi bintang lapangan dalam latber kali ini. Gaco mungil Om Openk (Lumingser, Adiwerna) ini selalu meraih juara 1 di Kelas Mega Bintang dan Bintang.

Pleci Panglima Kumbang
Pleci Panglima Kumbang nyeri juara 1.

Tampil dengan roll-speed dan terus bunyi dengan pembawaan anteng-nagen, Panglima Kumbang menjuarai Kelas Mega Bintang. Juara kedua diraih pleci Arjuna besutan Om Danu (Howie Team).

Kemenangan kedua diraih pleci Panglima Kumbang di Kelas Bintang, mengungguli Bledeg koleksi Om El-Bazz (Semar Team) dan Stoner andalan Om Anton (RTS Team Jatibarang).

Om Danu dan pleci Arjuna
Om Danu: Pleci Arjuna juara 2 Kelas Mega Bintang.

“Saya memang langganan ikut latber di sini. Setiap datang membawa tiga burung sekaligus, yang diturunkan di Kelas Mega Bintang maupun Bintang,” ungkap Om Openk, sambil mengemasi tiga sangkar burungnya agar mudah dibawa, sebab jarak Jatibarang-Adiwerna lumayan jauh.

Om Tonny JR yang datang jauh-jauh dari Kambangan (Lebaksiu, Kabupaten Tegal) moncer bersama cucak ijo andalannya, Ollife.

Tonny Jr
Tonny Jr juara 1 cucak hijau Kelas Mega Bintang.

Gaco ini menjuarai Kelas Mega Bintang, mengalahkan cucak hijau Centil milik Mba Puput (Wanatawang) dan Tresno Ijo besutan Om Andle (Arage SF). Kelas Bintang dimenangi cucak ijo Centini milik Om Kevin Panca dari Randusari, Pagerbarang, Tegal.

Murai batu Tanzila kepunyaan Om Dalim (Blubuk) terbaik di Kelas Mega Bintang, disusul Bodrexx besutan Om Edy (Brebes) dan Gigah Tunggal milik Om Wing (Jatibarang).

Om Dalim dan MB Tanzila
Om Dalim (kanan) moncer bersama MB Tanzila.
Murai batu Bodrexx
Murai batu Bodrexx juara 2.

Kacer Dinamic milik Om Purwanto (Sisalam BC) memenangi Kelas Mega Bintang, disusul Senopati kepunyaan Om Ais dan Geranat milik Om Ta’ali, keduanya dari Jatibarang.

Om Purwanto dan kacer Dinamic
Om Purwanto (tengah) sukses bersama kacer Dinamic.

Kenari Pico milik Om Denis (Brebes Raya Team) dan Oklay andalan Om Kajo (Jatibarang) masing-masing juara 1 dan 2. Sebagaimana murai batu dan kacer, kenari kali ini hanya digelar satu sesi saja.

Om Denis dan kenari Pico
Om Denis bersama kenari Pico.

“Terimakasih atas kehadiran teman-teman kicaumania. Sampai ketemu lagi dalam latber rutin setiap Jumat sore. Mohon maaf atas segala keterbatasan kami,” pungkas Om Agus Tu. (Julis Nur Hussein)

Om Adi, juri tetap dan penasihat Sindujaya BC
Om Adi, juri tetap dan penasihat Sindujaya BC.

Hasil Latber Sindujaya BC Jatibarang, Brebes (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.