Murai batu Bravo milik Om Cece (Jakarta) menjuarai kelas bergengsi Istana Bogor dalam lomba burung berkicau Piala Kota Hujan Cup 1 di lapangan komplek Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Jl Jenderal Sudirman Bogor, Minggu (29/5). Atas kemenangannya itu, Om Cece mendapat hadiah uang pembinaan Rp 20 juta dan trofi eksklusif.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Suasana lomba burung berkicau Piala Kota Hujan di Bogor, Minggu (29/5).

Gelaran akbar yang digawangi Om Dody Naga, Om Iwan Bogor, Om Anto BCE (ketiganya ketua panitia) ini dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Budiman, serta Komandan Pusdikzi Kolonel CZI Ito Hediarto.

Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) ikut menghadiri even Piala Kota Hujan.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Tiket terjual sebanyak 2.687 lembar. Para peserta pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Jenderal TNI (Purn) Budiman (kiri) bersama Dan Pusdikzi Kolonel CZI Ito Hediarto.

Kelas bergengsi Istana Bogor (tiket Rp 800.000) hanya melombakan murai batu. Hadiah utama Rp 20 juta diboyong Om Cece, setelah murai batu Bravo miliknya tampil sebagai juara 1.

Dalam persaingan superketat, Bravo mampu mengungguli sejumlah jawara lainnya, yakni Jagger milik Fitri BKS SF Samarinda (juara 2), Lupus andalan Om Ubay (Taman Radja Team, juara 3), Excavator milik Om Bonni N (Mahesa Ratu BC, juara 5), Robyn milik Om Yana / Om Abdul dari Kings Robyn BF (juara 7), dan Ketu kepunyaan Om Nanda Wintaco (juara 9).

Murai batu Bravo milik Om Cece (Jakarta) juara kelas bergengsi.

Murai batu Bravo memang layak menang. Materi lagunya lengkap, durasi kerja nyaris sempurna, didukung volumenya yang hebat. Sebelumnya, burung ini masuk tiga besar dalam gelaran Ancol Independent Bird Championship di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta (22/5).

Om Cece (2 dari kanan) menerima trofi juara 1 murai batu kelas bergengsi dari Dan Pusdikzi.

Jagoan lain yang tampil menawan dalam even ini adalah murai batu Lupus. Selain meraih juara 3 di kelas utama, gaco andalan Om Ubay (Taman Radja Team) ini juga sukses menjuarai Kelas Tugu Kujang B.

Om Ubay (2 dari kiri) kembali moncer bersama murai batu Lupus.

Lovebird Kusumo ketemu Fretty, Zuviter, Koclak, dan Ronggeng

Persaingan paling panas terjadi di kelas lovebird. Panitia semula membuka sembilan kelas. Tapi karena peserta membeludak, akhirnya dibuka dua kelas tambahan.

Sang fenomenal lovebird Kusumo milik H Sigit WMP (KAMI BC) dan Fretty bertemu dengan tiga jawara yang prestasinya belakangan terus menjadi bahan perbincangan di kalangan kicaumania, yakni Zuviter, Koclak, dan Ronggeng.

Sayangnya, lovebird Candy tidak tampil di Piala Kota Hujan. Pemiliknya, Om Rizki RWP Bandung, memilih mudik ke kampung halamannya, mengikuti even yang juga berkelas: Piala Kediri Mall. Candy sukses menjuarai enam kelas sekaligus alias mencetak pentatrick (lihat beritanya di sini).

Lovebird Fretty andalan Om Barnas Saputra yang memperkuat Fitri BKS SF paling banyak meraih trofi juara 1, yakni lima kali. Freety memenangi Kelas Padjadjaran A dan B, Tugu Kujang D, serta Bogor Bersatu A dan B. Pada lima kelas lainnya, Fretty meraih juara 2, 2, 3, 3, dan 7.

Om Barnas (jongkok, kanan) bersama kru lovebird Fretty.

Kusumo menjuarai Kelas Tugu Kujang B, mengungguli Sri Kunti milik Om Rahmat / Daeng (LBM Team), Fretty, dan Zuviter. Pada kelas lainnya, Kusumo berada di posisi 2, 4, 5, 5, dan 6.

Penampilan apik juga diperlihatkan lovebird Ronggeng orbitan H Umar (Walet BC Tangsel) yang belakangan ini selalu moncer di lapangan. Ronggeng menjuarai Kelas Kebun Raja, kasta tertinggi untuk lovebird dalam even ini.

Juara kedua hingga kelima pada kelas tersebut masing-masing diraih Koclak milik Sien Ronny SF (Surabaya), Fretty, Cantik milik Om Thony Sikumbang (Padang Elite BC), dan Kusumo. Ronggeng juga terbaik di Kelas Tugu Kujang A, serta juara 3 di Kelas Tegar Beriman B.

Bagaimana dengan lovebird Koclak? Burung yang sedang naik daun ini meraih double winner, setelah menjuarai Kelas Tegar Beriman A dan B. Pada empat kelas lainnya, Koclak bertengger di urutan 2, 2, 3, dan 4.

Meski sudah dibeli Om Sien Ronny dengan harga sekitar Rp 200 juta, lovebird Koclak sehari-hari masing ditangani pemilik lama, H Hasan, kicaumania dari Love Bird Lembang (LBL).

Lovebird Zuviter milik Om Tata (Atlantic BC) juga memperkuat Sien Ronny SF. Dalam kontes Piala Kota Hujan, Zuviter menjuarai Kelas Tugu Kujang B. Pada sembilan kelas lainnya, LB Zuviter tetap tampil stabil dengan meraih juara 2, dua kali juara 3, empat kali juara 4, serta juara 5 dan 6.

Lovebird Zuviter membuktikan ancamannya, terutama di Blok Barat.

Pekan sebelumnya, Zuviter meraih double winner dalam gelaran Prabu Cup di Tangerang (22/5). Om Kicau pernah mengunggah video dan audionya di sini.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Om Tata (3 dari kiri), pemilik lovebird Zuviter.

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, serta perbedaan kondisi terkini, kelima jawara lovebird ini tetap sama-sama meraih trofi juara pertama.

Ya, persaingan seru antara Kusumo, Fretty, Ronggeng, Koclak, dan Zuviter masih akan berlanjut dalam even-even akbar berikutnya. Tentu dengan hasil yang tak selalu sama, tergantung kondisi terkini dari masing-masing burung.

Persaingan di kelas kacer juga seru, terutama antara Reog milik Om Aldi / Om Sunarto yang kali ini memperkuat Sien Ronny SF dan Matrix (Fitri BKS SF). Reog memenangi Kelas Tegar Beriman, unggul atas kacer Nias milik Om Yogi Naga Hitam dan Setan Hitam, gaco lain milik Om Aldi / Om Sunarto.

Om Aldi (kanan) dan Om Sunarto moncer bersama kacer Reog.

Namun tiga kelas lainnya dimenangi Matrix, yakni Tugu Kujang, serta Padjadjaran A dan B. Reog menjadi runner-up di Kelas Tugu Kujang. Posisi kedua Kelas Padjadjaran A dan B masing-masing ditempati kacer Pedrosa milik NCX / Riky (Cahaya Baru Gold) dan Setan Hitam Jr milik Om Aldi / Om Sunarto.

Cucak hijau Cak Chu milik Om Pitax BF (Bogor Bersatu Team) juga meraih double winner, setelah menjuarai Kelas Tegar Beriman dan Tugu Kujang C.

Cucak hijau Cak Chu nyeri juara 1.

Cak Chu sudah berkali-kali memenangi even bergengsi. Terakhir, burung ini juga double winner dalam kontes BJB Cup di Bandung (22/5).

Om Pitax (2 dari kiri) orbitkan cucak hijau Cak Chu.

Tak mau kalah dari Cak Chu, cucak hijau Kuncoro juga nyeri juara 1. Burung orbitan Om Yudi SF (Bogor Bersatu Team) ini menjuarai Kelas Tugu Kujang A dan B.

Tiga kelas anis merah dijuarai burung berbeda. Kejutan terjadi karena Crayzen, langganan juara milik Fitri BKS, harus puas menjadi juara 2 Kelas Tegas Beriman. Posisi pertama ditempati anis merah Patriot koleksi H Bayan (Kurawa BC), sedangkan Jaka Edan milik H Peng Peng (X Tralis Besi SF Bandung) di posisi ketiga.

Namun anis merah Jaka Edan mampu melakukan revans terhadap Patriot. Burung ini menjuarai Kelas Padjadjaran, disusul Patriot dan Sabdo Boemi milik Sobat SF (Arema).

Om Nanang PLN (Duta 3 Star) menurunkan anis merah Singo Edan dan berhasil menjuarai Kelas Tugu Kujang. Juara kedua diraih AM Patriot, disusul Batosay kepunyaan Om Yayan (Sukabumi).

Om Nanang PLN (2 dari kiri): Anis merah Singo Edan tampil ngedan.

Anis merah Singo Edan cukup lama absen lantaran mabung. Begitu beres mabung, aksinya kian garang, terbukti mampu menjuarai even akbar sekelas Piala Kota Hujan.

Secara keseluruhan, even ini berlangsung meriah dan sukses, meski harus berakhir hingga pukul 19.00. Di akhir acara, panitia membagikan aneka doorprize menarik, termasuk 2 unit sepeda motor.

Om Ridho KM (kanan) dan Om Hengky Nias berkolaborasi bersama Bogor Bersatu Team.

Juara umum single fighter diraih Fitri BKS Samarinda, mengungguli kompetitor terberatnya, Sien Ronny SF Surabaya. Juara umum bird club (BC) diraih Bogor Bersatu Team yang dinahkodai Om Hengky Nias. (d’one)

Fitri BKS SF Samarinda juara umum single fighter.
Bogor Bersatu Team juara umum BC.
Canary Bogor Raya eksis di kelas kenari.
H Rico (kiri): Cucak hijau Haman juara 1, 3, 5, 6, dan 6.

Hasil Lomba Piala Kota Hujan (klik di sini)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2