Tiga burung nyeri di Anniversary Mutiara BC Demak: Kelas sirtu lumayan ramai

Tiga burung meraih double winner / nyeri juara 1 dalam lomba burung berkicau Anniversary Mutiara BC di Jalan Bhayangkara Demak, Minggu (13/11). Ketiga burung tersebut adalah murai batu Arya koleksi Om Anang H (AA SF Batam), kacer Mata Dewa andalan Om Iwan (Koppast BC Kudus), serta kenari Mat Killer milik Om Humam (Mat BF).

Anniversary Mutiara BC Demak
Anniversary Mutiara BC Demak: Kelas lovebird dipenuhi peserta.

Untuk menggelar lomba ini, Mutiara BC di bawah pimpinan Om Wawan Bonsay menggandeng Radjawali Indonesia, terutama dalam hal penjurian. Pilihan ini tidak keliru, karena lomba berjalan lancar. Tidak ada seorang peserta pun yang protes atau komplain atas hasil penjurian.

Panitia membuka lima kelas yang terdiri atas 21 sesi lomba. Lovebird dimainkan paling banyak (4 sesi), dan hampir semuanya dipenuhi peserta. Persaingan begitu ketat, sehingga tak ada burung yang mampu menjuarai lebih dari satu sesi.

Anniversary Mutiara BC Demak
Antusias para peserta di kelas lovebird.

Kelas utama Mutiara dimenangi lovebird Una Ceriwis milik Om Gendut dari Tlogosari (Semarang). Juara 2 dan 3 diraih Jesica orbitan Om Irul Juwana (Bandeng SF) serta Ken Arok andalan Kurnia BF (Duta Blacan Award).

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Lovebird Ken Arok kemudian menjuarai Kelas Bebas Aksi, unggul atas Nirina milik Om Asad (Bujangan SF) dan Una Ceriwis. Kelas Radjawali dan Bhayangkara masing-masing dimenangi LB Mama Laurent koleksi Om Wito Ompong (Kudus) dan Kokom kepunyaan Simon Jr (Ebod Jaya Demak).

Om Anang moncer bersama murai batu Arya yang punya senjata andalan berupa tembakan cililin, cucak jenggot, dan lovebird. Arya sukses menjuarai dua kelas yang dilombakan, yakni Mutiara dan Radjawali. “Saya ingin menjajal Arya dalam even-even yang lebih besar lagi,” kata Om Anang.

Anniversary Mutiara BC Demak
Om Anang moncer bersama murai batu Arya.

Kacer Mata Dewa milik Om Iwan Koppast juga tampil menawan dengan menjuarai dua kelas. Pada Kelas Radjawali, Mata Dewa mampu mengungguli kacer Qyu Qyu milik Om Santo (Prambanan SF) dan Pajero besutan Om Dendy (Lindu Aji).

Kelas Bhayangkara juga dijuarai Mata Dewa, disusul kacer Kipas milik Bang Jun (Demak). Di kelas utama, Mata Dewa harus puas di posisi kedua di bawah kacer Zeus milik Om Iping (Jepara). Juara 3 diraih kacer Raja Getar kepunyaan Om Topan / KJD (R17 Tepos).

Penampilan kacer Mata Dewa selama ini terbilang konsisten. Berbagai prestasi telah diukirnya, sehingga cukup dikenal para pemain kacer di wilayah pantura timur Jawa Tengah.

Kontestan lain yang nyeri juara 1 adalah kenari Mat Killer milik Om Humam (Mat BF). Sama seperti Mata Dewa, kenari Mat Killer juga nyaris hattrick, dengan hasil juara 1 Kelas Radjawali dan Bhayangkara, serta juara 2 Kelas Rakyat. Kelas yang disebut terakhir ini dimenangi kenari Hitler milik Om Gambar (Family SF Purwodadi).

John Rambo raih piala bergilir BOB Ciblek se-Jateng dan DIY

Dalam even ini, panitia juga membuka tiga kelas ciblek (Rakyat A / B dan Ekspedisi). Melalui networking yang bagus dan kekompakan antarkicaumania, banyak ciblekmania dari berbagai daerah yang mengikuti kelas ini, antara lain dari Pekalongan, Solo, Kendal, Jogja, Semarang, dan tuan rumah Demak.

Komunitas ciblek
Komunitas ciblek dari berbagai daerah tumplek-bleg di Demak.

Ketiga kelas ciblek dimenangi burung berbeda, yakni Master milik Om Hanafi (Solo), Angel milik Om Dwi Riyanto (CBS JR Semarang), dan John Rambo andalan Om Prie (Pesona Baru SF Kendal).

Tetapi prestasi ciblek John Rambo terbilang paling oke, karena mampu meraih juara 2 pada sesi lainnya. John Rambo akhirnya berhak mendapatkan piala bergilir Best of the Best (BOB) Ciblek se-Jateng dan DIY.

Ciblek John Rambo
Om Prie Kendal raih piala bergilir BOB Ciblek se-Jateng dan DIY.

Panitia Mutiara BC memang cukup inovatif dalam mengemas lomba. Ketika EO-EO lain tidak berani buka kelas sirtu (sirpu / cipow / cipoh), Mutiara BC justru berani melakukannya. Meski hanya dimainkan satu sesi, jumlah peserta cukup banyak, bahkan lebih dari separo gantangan terisi.

Sirtu Ramma milik Rahma (Botorejo) tampil sebagai jawara, disusul Kikiwir milik Om Malik (Tambakroto), Sanca koleksi Kembar SF (Duta SMS), dan Buko milik Om Eko dari Singorejo.

“Kami ingin memunculkan kembali burung-burung kecil, agar para kicaumania tetap menyayangi semua jenis burung, tak terkecuali sirtu,” kata Om Wawan Bonsay. (Heres Budi S)

Om Wawan Bonsay
Om Wawan Bonsay sukses mengemas lomba burung kicauan.
Tim juri Radjawali Indonesia
Tim juri Radjawali Indonesia: Tak ada protes atau komplain dari para peserta.

Hasil Lomba Anniversary Mutiara BC (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.