Tokhtor sumatera, salah satu spesies burung paling langka di Indonesia

Tokhtor sumatera (Carpococcyx viridis) merupakan burung endemik di Sumatera, dan termasuk salah satu dari 18 spesies burung paling langka di Indonesia. Bahkan keberadaannya pernah dianggap sudah punah, kemudian direvisi dan sekarang terdaftar sebagai satwa kritis. 

BURUNG LANGKA DI INDONESIA
Tokhtor sumatera, salah satu burung paling langka di Indonesia.

Di seluruh dunia terdapat tiga spesies burung tokhtor. Dua di antaranya dijumpai di Indonesia, bahkan termasuk burung endemik di negeri ini, yakni tokhtor sumatera / sumatran ground-cuckoo dan tokhtor kalimantan / borneo ground-cuckoo (Carpococcyx radiceus).

Sebelumya burung tokhtor yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan ini dianggap sebagai satu spesies yang sama dengan nama tokhtor sunda. Satu spesies lagi, yakni coral-billed ground-cuckoo (Carpococcyx renauldi), ditemukan di Thailand dan Vietnam.

Kendati ukuran tubuhnya cukup besar (panjang sekitar 60 cm), tokhtor sumatera termasuk binatang yang sangat pemalu. Postur tubunya lebih kecil daripada tokhtor kalimantan, tapi pola warnanya hampir sama.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Warna di bagian kepalanya tidak sehitam tokhtor kalimantan. Mantel bulu berwarna abu-abu, tersapu oleh hijau metalik yang lebih kehijauan.

Sayap dan ekornya berwarna ungu metalik, tubuh bagian bawah bergaris-garis hitam dan putih, tersapu warna kuning-tua. Iris mata cokelat, dan kulit di sekitar mata berwarna hijau tanpa bulu.

Sebagaimana burung lyre dari Australia, tokhtor sumatera jarang menggunakan kedua sayapnya untuk terbang. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di permukaan tanah, termasuk mencari pakan berupa vertebrata kecil serta invertebrata besar.

Sejak pertama kalinya terdeskripsi pada tahun 1916, burung ini tidak pernah terlihat lagi keberadaannya, sehingga ditetapkan sebagai spesies yang sudah punah. Namun pada November 1997, keberadaan tokhtor sumatera teramati di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan. Perjumpaan ini diabadikan dalam sebuah foto untuk membuktikan bahwa tokhtor sumatera masih ada dan belum punah.

Foto dokumentasi burung tokhtor sumatera
Foto dokumentasi burung tokhtor sumatera di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan.

Pada tahun 2006, keberadaan tokhtor sumatera kembali teramati di Taman Nasional Kerinci Seblat, dan baru pada Januari 2007, tim survei satwa liar dari Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP) menangkapnya hidup-hidup. Saat itu, burung tokhtor sumatera terjebak dalam perangkap ayam hutan.

Sampai saat ini, populasi tokhtor sumatera diperkirakan tidak lebih dari 250 ekor, dengan luas persebaran 26.000 km2 di kawasan Pegunungan Barisan, Sumatera. Burung pemalu ini adalah penghuni tetap lantai hutan yang berada di ketinggian antara 300 – 700 meter dari permukaan laut (dpl).

Seperti umumnya burung-burung bertubuh besar yang hidup di permukaan tanah, misalnya burung bubut, tokhtor sumatera tidak mempunyai suara kicauan yang bervariasi sebagaimana burung petengger. Suara tokhtor sumatera lebih mirip burung tekukur dan suara panggilan takur atau enggang jambul. Lagu-lagunya senada, volume keras, dan irama naik-turun.

Burung tokhtor sumatera
Burung tokhtor sumatera.

Berikut suara burung tokhtor sumatera:

 
Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.