Meredam birahi burung kacer dengan pepaya

Meredam birahi burung kacer dengan pepaya –Meski termasuk burung pemakan serangga, kacer juga doyan makan pepaya jika memang dibiasakan. Selain kaya nutrisi, pepaya juga mampu meredam birahi burung kacer serta memiliki beragam manfaat lainnya.

meredam birahi burung kacer
Tips meredam birahi burung kacer melalui pemberian buah pepaya.

Seperti diketahui, buah pepaya memiliki rasanya manis dengan kandungan nutrisi cukup tinggi. Buah ini mengandung berbagai macam vitamian seperti vitamin A, karotenoid, beta karoten, vitamin C, B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenik), B6, B9 (folat), serta vitamin E, dan K.

Pepaya (Carica papaya) juga memiliki kandungan serat kasar, aneka senyawa fitokimia seperti likopin dan polifenol, serta beberapa jenis mineral seperti magnesium, potasium (kalium), dan kalsium yang cukup tinggi.

Pepaya bisa meredam birahi burung kacer

Selain dikonsumsi manusia, pepaya pun kerap dijadikan pakan tambahan / extra fooding untuk berbagai jenis burung kicauan, terutama burung dari keluarga cucak-cucakan cucak jenggot, kutilang, trucukan) dan keluarga jalak-jalakan (jalak suren, jalak kerbau, dll).

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Tak hanya itu, beberapa jenis burung pemakan serangga seperti kacer pun doyan menyantap pepaya. Tak sedikit juga kicaumania yang menjadikan pepaya sebagai pakan tambahan yang rutin diberikan setiap hari.

Kacer Conan milik Om Yunus Candrabaga: Tanpa EF, hanya voer dan pepaya

Berdasarkan pengalaman para kicaumania, khususnya yang aktif di arena lomba, buah pepaya dapat meredam birahi burung kacer. Ya, kacer memang mudah naik birahi, terutama jika pemberian pakan serangga terlalu berlebihan.

Selain dapat meredam birahi burung kacer, pepaya juga sering digunakan untuk mengatasi aneka permasalahan yang terjadi pada burung kacer, misalnya:

  • Mengatasi kacer yang mudah mbagong akibat birahi berlebihan.
  • Mengatasi kacer yang kegemukan dan cenderung malas bunyi.
  • Menyembuhkan gangguan pada organ pencernaan.
  • Memperbarui warna bulu kacer yang pudar / kusam sehingga kembali cerah dan berkilau.
  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh kacer.

Cara memberikan buah pepaya

Setiap individu kacer tentu memiliki karakter yang berbeda-beda. Artinya, tidak semua kacer mau dan tertarik untuk menyantap pepaya yang digantung di dalam sangkarnya. Namun jika dilakukan terus-menerus, biasanya tidak butuh lama bagi kacer untuk menyukai buah tersebut.

Pepaya yang diberikan kepada kacer harus sudah matang. Anda bisa menggantung potongan daging buahnya dalam sangkar. Bisa juga memotong pepaya dalam ukuran kecil-kecil, kemudian dimasukkan ke dalam cepuk terpisah. Untuk memancing kacer agar mau menyantap pepaya, Anda bisa menaburkan secuil kroto segar di atasnya.

Pepaya bisa diberikan rutin setiap hari jika kacer mengalami over birahi. Buah ini juga bisa diberikan saat kacer sedang mengalami gangguan pencernaan, sedang mabung, atau sebagai terapi untuk mengatasi kegemukan.

Untuk menstabilkan birahi kacer setiap harinya, pepaya dapat diberikan dua hari sekali setelah burung mendapatkan EF serangga seperti jangkrik, kroto, atau ulat hongkong.

Demikian ulasan mengenai cara meredam birahi burung kacer dengan media pepaya, serta beberapa manfaat lainnya dari buah pepaya untuk burung kacer.
Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.