Tentang iklan-iklan ini

Burung warisan Gus “Kicaumania” Dur, semoga terawat dengan baik

 

KH Abdurrahhman Wahid atau Gus Dur, sebagaimana dikenal kalangan dekatnya, semasa hidupnya adalah seorang kicaumania, alias penggemar berat burung, khususnya burung kicauan. Ketika beliau meninggal, Rabu 30 Desember 2009 lalu, masih ada tujuh burung warisan Gus Dur.

Memang tidak seperti para kicaumania umumnya yang suka mengikutkan burungnya untuk lomba, Gus Dur hanya menikmati kicauan burung-burungnya tatkala di rumah. Hanya saja, berapa dan jenis apa saja burung yang dipelihara di kediaman beliau, ada banyak versi dari beberapa sumber berita. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Burung-burung Indonesia Bagian II

Ini adalah tulisan mengenai burung-burung Indonesia, lanjutan dari tulisan ini.

12. Burung Kakatua putih atau White Cockatoo atau Cacatua alba

Kakatua putih atau White Cockatoo atau Cacatua alba

Gambar Burung Kakatua putih atau White Cockatoo atau Cacatua alba

13. Gambar burung Cabak hutan atau Cabak kolong atau Bonaparte’s Nightjar atau Caprimulgus concretus

Gambar burung Cabak hutan atau Cabak kolong atau Bonaparte's Nightjar atau Caprimulgus concretus

Gambar burung Cabak hutan atau Cabak kolong atau Bonaparte's Nightjar atau Caprimulgus concretus

14. Burung Mentok rimba atau White-winged Duck atau Cairina scutulata

Maaf gambar sudah dialihkan

15. Burung Tokhtor sumatera atau Sumatran Ground-cuckoo atau Carpococcyx viridis]

Maaf gambar sudah dialihkan

16. Kasuari gelambir-ganda atau Southern Cassowary Casuarius casuarius

Maaf gambar sudah dialihkan

17. Kasuari gelambir-tunggal atau Northern Cassowary atau Casuarius unappendiculatus
Kasuari gelambir-tunggal atau Northern Cassowary atau Casuarius unappendiculatus

18. Burung Bubut teragop atau Short-toed Coucal atau Centropus rectunguis

19. Bubut jawa atau Sunda Coucal atau Centropus nigrorufus

20. Perkici buru atau Blue-fronted Lorikeet atau Charmosyna toxopei

Gambar burung Perkici buru atau Blue-fronted Lorikeet atau Charmosyna toxopei

Gambar burung Perkici buru atau Blue-fronted Lorikeet atau Charmosyna toxopei

(Bersambung)

Sumber: burung.org

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

Rahasia Burung Jawara

Rahasia Burung Jawara

Burung cucak ijo ngentrok dan gacor hanya bisa kita dapatkan jika  kita memperhatikan kesehatan dan perawatan harian termasuk asupan  makanan yang bergizi, penuh vitamin dan mineral.Banyak sekali keluhan yang saya terima mengenai kondisi burung yang sakit. Umumnya, para penghobi burung tidak bisa menjelaskan secara pasti sakit apa burung mereka. Ada yang hanya menyebutkan burung nyekukruk, burung mengembang bulunya, burung cuma tidur alias ngantukan, burung pilek, burung batuk-batuk atau burung bersin-bersin, atau juga cuma menduga-duga burung cacingan, kreminan, burung kena kutu (kutuan) dan sebagainya. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Antara doping burung dan para jawara lomba kicauan

Saya pernah menulis tentang masalah doping burung dengan judul “Kenali-Hindari Burung Dopingan”. Mengapa saya menulis mengenai hal itu? Ya, seperti kita ketahui fenomena doping baik yang “legal” maupun “illegal” untuk burung lomba, sudah kita dengar dan barangkali di antara Anda sudah melakukannya.
Ya, dengan doping, burung memang bisa main gila-gilaan. Secara normal, burung hanya bisa main di dalam satu-dua kelas lomba. Tetapi dengan doping, bukan hanya dua kelas bisa diikuti, tetapi sampai empat kelas atau lebih. Bahkan setelah dibawa pulang, burung masih saja gacor seakan tidak pernah kehabisan tenaga. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Gudang download artikel burung Bagian II

Berikut ini gudang download artikel bagian 2. Mohon diperhatikan catatan pada pengantar tulisan Gudang Download Bagian I, karena aturan mainnya masih sama.

Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Gudang download artikel Burung Bagian I

INILAH GUDANG DOWLOAD ARTIKEL BURUNG

YA, di bawah ini saya sajikan link untuk penghobi burung yang ingin mendownload artikel-artikel tentang burung yang ada di website omkicau.com maupun di website lain. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Musim kenari yorkshire tiba, cermatlah dalam memilih

Menurut informasi yang saya terima, dalam waktu dekat ini akan datang kenari Yorkshire (selanjutnya saya singkat YS) impor ke Indonesia. Berkaitan dengan itu, saya turunkan beberapa tips memilih kenari YS, sekadar sebagai pengingat saja. Sebab, tulisan mengenai YS bisa kita temukan dalam banyak referensi yang sudah ada sebelumnya.

Yorkshire 1 (Sumber foto: yorkshirecanary.com)

Sebagaimana ditulis dalam yorkshirecanary.com, YS dianggap sebagai salah satu kenari yang terbesar dan tertua dari semua jenis burung kenari, dan hal itu tercatat sejak 1894.

Di Inggris, tempat Yorkshire berasal dan berkembang biak, lomba penampilan YS diikuti banyak banyak peserta dan bahkan sering mencapai 1.000 burung per kontes.

Kenari Yorkshire dikenal sebagai “Gentleman of the Bird Fancy”. Jika Anda memiliki ketajaman dan pengalaman penglihatan atas kenari, mala Anda akan tahu mengapa Yorkshire disebut “Gentleman of the Bird Fancy”.

Mr SR Golding dari Middlesex, Inggris, memaparkan bagaimana memilih karakteristik YS yang bagus. Berikut ini adalah deskripsi dari fitur Yorkshire yang bagus menurut kriterianya. Penjelasan ini dikutip dari “Standard of Excellence”.

Kepala

Pilih yang berstruktur penuh, bulat, bersih. Tengkorak belakang harus dalam dan menyembul sejajar dengan bahu.

Mata
Pilih yang sedekat mungkin dengan pusat muka, dan tidak terlalu dekat dengan bagian atas kepala. Karakter ini memberikan ekspresi yang berani dari YS tersebut.

Bahu

Pilih YS dengan bahu lebar proporsional, bulat dan secara kompak kedua sisi menyatu ke arah/dalam kepala.

Leher

Pilih yang pendek dan penuh dan memberi kesan berani.

Paruh

Harus rapi, halus, dan belum dipangkas.

Tubuh

Bodi merupakan bagian terpenting dari struktur Yorkshire. Pilih yang punya penampang bulat dan terus mengecil hingga pangkal ekor (seperti bentuk wortel).

Penampilan YS secara umum harus memberi kesan keberanian, dan itulah mengapa YS mendapat julukan sebagai burung “Penjaga manusia”.Ini pula sebabnya mengapa YS dikenal sebagai “Gentleman of the Bird Fancy”.

Kaki

Pilih yang panjang namun tidak terkesan kaku. Ini membantu membentuk posisi gagah pada YS. YS yang bagus tidak terkesan jongkok atau juga mendongak tapi berdiri tegak.

Bulu

Harus kompak, tipis dan ketat menempel tubuh.

Sayap

Seharusnya tidak terlalu panjang tapi proporsional dan merata sampai di tengah-tengah bagian belakang, terlipat simetris dan kompak.

Ekor

Pilih yang menyatu dan tidak menyebar dengan panjang proporsional.

Kesehatan

Pilih yang bersih, bebas kotoran pada bagian dekat dubur dan bebas dari penyakit pernafasan. (Catatan saya: Pegang raba dan dengarkan suarantya ke dekat telinga kita. Jika ada suara ngik atau terengah2, jangan dipilih).

Berlawanan dengan beberapa pendapat bahwa YS sulit untuk diternakkan, sebenarnya YS mudah diternak dan semuanya tergantung pada pengkondisian (kesehatan, lingkungan dsb) YS itu sendiri.

Sebagai tambahan, berikut ini saya sampaikan tips yang diberikan kawan kita yang dimuat di burungkenari.wordpress.com.

Untuk memilih YS, perlu dipilih YS yang (1) Lincah dan banyak bergerak; (2)  Rajin makan; (3)  Sorot mata tajam; (4) Tidak ada kotoran yang menempel di pantat atau pangkal ekor; (5) mata cerah, tajam.

Disarankan pula kita bisa minta ijin kepada penjualnya untuk boleh memegang kenari. Hal itu bertujuan untuk meraba tulang dadanya. Jika badanya kurus (dada menonjol dan teraba tipis keras) jangan dipilih. Sebab dikhawatirkan burung tersebut tidak terawat atau terkena penyakit.

Untuk memilih YS, disarankan disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau ingin yang cepat berproduksi/diternak ambil YS ring tahun 2008, 2007 atau paling lama 2006. Sebab, kalau usianya lebih 3 tahun dikhawatirkan YS tersebut adalah induk afkirkan.
Jika ingin YS untuk dimaster, disarankan ambil yang muda. Kelemahannya, YS muda memerlukan waktu lama untuk didengarkan suaranya.

Sedangkan untuk mengetahui umur YS dapat dilihat dari ring di kakinya:
–   Biru kelahiran 2008.
–   Hitam kelahiran 2007.
–   Merah kelahiran 2006.
–   Hijau kelahiran 2005.

Sementara itu untuk perawatan lainnya, sama dengan perawatan burung pada umumnya, dengan menjaga kebersihan kandang, penerangan, dan manajemen pakan dan minum yang bagus.

Salam…

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Branjangan albino milik Om Jen2

Seperti yang dijanjikan, Om Jen2 akhirnya mengirimi saya foto “branjangan” antik, karena kepalanya putih. Saya beri tanda kuot untuk kata “branjangan” karena saya tidak yakin apakah ini branjangan atau bukan.
Secara keseluruhan memang itu body branjangan, tetapi kalau saya mengatakan ini branjangan bule/albino, jangan-jangan salah karena ketidaktahuan saya.

Ini foto-fotonya:

Maaf foto-foto sudah dialihkan…

Di dalam emailnya, Om Jen2 mengatakan:

“om, maaf saya baru bisa kirim foto beranjangan yang waktu itu saya janjikan,,
mohon petunjuknya yah om, thanks before…”

Sayangnya, saya belum bisa berkomentar kecuali “wonderful”.  Saya sedang mencoba mencari referensi apakah ini betul branjangan albino ataukah spesies lain yang saya belum tahu sebelumnya.

Terima kasih Om Jen atas kiriman fotonya. Sembari menunggu barangkali ada pengunjung agroburung yang bisa juga memberikan sharing pengalaman, sementara saya pajang dulu  di sini.

Salam..

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Domestikisasi burung mengubah karakteristik nyanyian dan perilaku

Adakah dan seberapa besar pengaruh kondisi lingkungan peliharaan terhadap burung? Adalah sebuah hal yang masih bisa diperdebatkan, seberapa besar perubahan sifat yang terjadi pada burung yang dipelihara di lingkungan manusia (dosmitikisasi).
Saya kebetulan pernah membaca Birds Their Habits and Skills karya Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers. Di sana disebutkan bahwa penjinakan burung zebra-finch Australia telah mengubah beberapa karakteristik nyanian burung tersebut dibandingkan dengan zebra-finch yang masih liar di alam. Disebutkan pula, tidaklah mengherankan bahwa seleksi dari generasi ke generasi yang dilakukan manusia terhadap burung spesies tertentu yang mereka pelihara telah mengubah beberapa karakteristik burung, termasuk warna bulu, beberapa fungsi fisiologis dan perilaku di samping nyanyiannya.
Beberapa karakteristik tertentu secara aktif dipilih oleh manusia, seperti berbagai warna dan pola bulu pada burung. Namun perubahan lain juga terjadi karena seleksi yang tidak disengaja oleh manusia, suatu karakteristik lain yang mungkin muncul bersamaan dengan karakteristik yang diinginkan oleh manusia yang memeliharanya.
Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers menyebutkan, pemilihan warna bulu tertentu dapat diduga berkaitan dengan perubahan temperamen burung. Burung peliharaan dapat juga menampilkan sifat yang berbeda dari ciri spesifik burung liar karena mereka dibesarkan “dalam tahanan” yang kondisinya berbeda dengan kondisi burung liar, sebagaimana yang terjadi pada kasus zebra-finch.
Namun, hal itu ini tidak berarti bahwa keturunan burung piaraan tidak dapat menampilkan semua pola perilaku khas rekan-rekan mereka di alam liar. Kadang-kadang perilaku burung peliharaan jauh berbeda dari perilaku burung liar tetapi hal ini bisa jadi merupakan efek dari keterkungkungan mereka di sangkar “tahanan”. Jika burung piaraan dimasukkan ke dalam lingkungan dengan pengaturan yang lebih alami, mereka ternyata bisa menunjukkan semua pola perilaku tipikal spesies mereka.
Dalam hal ini Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers mencontohkan itik Pekin. Itik Pekin yang diperlihara dalam lingkungan alami menampilkan semua ciri khas perilaku liar spesiesnya (mallards).

Efek domistikisasi
Di luar masalah karakteristik, saat ini pemanfaatan burung secara eksploitatif untuk keuntungan manusia telah menghasilkan nilai multi-juta dolar dan terus mendorong perilaku “kejam” manusia atas kehidupan burung. Saat ini diakui terjadi peningkatan besar dalam “kekejaman domestik” yakni membesarkan burung/unggas demi semata-mata keuntungan materi.
Ketika menyorot masalah pemeliharaan ayam, Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers, menyebutkan bahwa ayam sering dipaksa menderita kelaparan dalam jangka waktu yang panjang sebagai upaya manusia agar si ayam memasuki masa mabung. Setelah mengalami masa kelaparan panjang, kemudian mereka “dipaksa” untuk makan dalam jumlah banyak (dengan pemberian banyak makanan tambahan/extra fooding). Akibatnya, banyak ayam yang menderita dan mati karena tercekik.
Bahkan disebutkan, ada praktek mengerikan di beberapa rumah pemotongan hewan yang memotong leher ayam secara manual dan memasukkan ayam ke dalam palung pengolahan sementara si ayam masih hidup.
Keprihatinan atas perlakuan terhadap berbagai jenis hewan kini telah meluas dan hal ini kini ditangani oleh para pendidik, pembuat kebijakan, dokter hewan, filsuf dan banyak kalangan lainnya.
Pada saat yang sama, saat ini banyak berkembang organisasi burung/unggas di seluruh dunia yang didirikan untuk memperbaiki kehidupan burung. Dukungan atas kesejahteraan burung, terutama yang telah dijinakkan dan digunakan sebagai bahan pangan, telah banyak didirikan.
Sebagai pengimbang “kekejaman” kita atas burung, kiranya perlu para penghobi burung mulai berpikir serius tentang konservasi, peliaran burung, perbaikan ekosistem burung dan penyetopan penangkapan burung-burung liar di hutan. (Om Kicau)

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Bonus tulisan komplit tentang kenari

Saya punya arsip bagus mengenai perawatan kenari yang menurut saya relatif lengkap untuk referensi mereka yang suka kenari. Arsip itu hasil gugling dan akan saya sahring ke siapa saja yang berminat gabung OM KICAU HOTLINE (OKH) baik yang juga via telepun maupun OM KICAU HOTLINE NON-KONSULTASI TELEPUN.
Penjelasan mengenai OM KICAU HOTLINE, silakan KLIK DI SINI. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Joker, anis kembang punya Om Gunawan

Di bawah adalah foto anis kembang (AK) punya Om Gunawan, yang mengirimkan ke agroburung via email. Sayang satu gambar lainnya, link-nya tidak bisa saya buka. Nggak apa-apa satu saja sudah cukup.
Pesan Om Gun antara lain sebagai berikut:

Om Duto, selamat malam , ini saya kirimkan foto anis kembang saya yg bernama = JOKER, hasil ternakan dari ring GAT Salatiga . Si joker ini umurnya kira2 menjelang 2 tahun Om Duto.
Saya mengirimkan foto AK saya dengan tujuan agar supaya di lomba2 terutama di Jawa Timur, kelas AK tidak dianaktirikan oleh penyelenggara lomba.
Terima kasih Om Duto

Berikut ini gambarnya:

Joker, anis kembang milik Om Gun.Mendapat email ini, saya tidak akan mengomentari soal AK-nya. Soalnya, dari nama dan penangkarnya, para penghobi AK rata-rata sudah tahu bagaimana kualitas AK dari penangkaran GAT Om Heri Salatiga. (Cerita tentang penangkaran Om Heri bisa dibaca di sini: http://omkicau.com/2009/04/10/ngobrol-asyik-dengan-om-heri_gatbf/.

Memang, saat ini AK seperti anak tiri di arena lomba. Banyak EO yang tidak menggelar kelas AK pada lomba yang mereka gelar. Atau kalau diadakan, biasanya bukan termasuk kelas bergengsi.
Padahal, menurut saya, AK termasuk burung “klasik”. Mudah perawatannya dan relatif stabil (dibandingkan AM misalnya).
Selain itu, dalam hal kicauannya, AK tergolong merdu dan tidak membosankan. Lagu bisa sangat bervariasi tergantung isiannya. Selain itu, AK yang sudah jadi, tidak pernah putus2 untuk bunyi. Dia hanya istirahat kalau pas makan dan mandi. Di luar itu, dia akan ngerol meski hari sudah larut malam, kecuali dikerodong atau ditempatkan di ruangan gelap. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Foto jalak punya Tante Markisa

Di bawah terdapat foto-foto gambar jalak putih muda yang dikirim Mbak Anna yang saya lebih senang menyebut Tante Markisa  aja. Isi pesan adalah sebagai berikut:

Kulonuwun Om Duto
Ini loh gambar jalakku.. kira kira cowok apa cewek? Ceile kayak ABG aja pake istilah cowok and cewek Heheeh
Ditunggu ya om,  terima kasih.
Anna

Brikut gambarnya:
Maaf foto-foto sudah dialihkan.

Menanggapi pertanyaan itu terus terang saya tidak bisa memperkirakan jantan-betinanya jalak itu tanpa adanya perbandingan dengan pasangannya (yang menurut Tante Markisa lepas karena kandangnya jebol).

Alasan saya bisa dibaca berdasar postingan saya yang ini: http://omkicau.com/2009/01/lagi-soal-perbedaan-burung-jantan-dan-betina/

Hanya saja ada hal yang perlu saya komentari dan saya harap diubah cara pemeliharaannya:

1. Sangkar kurang besar.

2. Tangkringan jangan dari plastik dari dari kayu. Kalau dari plastik, apalagi kekecilan, kasihan burungnya karena sulit mencengkeram. Akibatnya, kaki bisa invalid. Lihat saja posisi kaki pada gambar2 jalak itu, menunjukkan posisi yang tidak seharusnya. Kanan dan kiri tidak simetris. Yang kiri terkesan habis sakit dan belum kuat mencengkeram.

3. Saya memang tidak melihat wadah air karena mungkin ada di bagian bawah dan tidak kefoto.  Saya harap wadahnya cukup besar agar burung bisa mandi dengan leluasa. Sebab, kalau saya lihat dari foto itu, burung kurang segar karena mungkin kurang mandi (meniru majikannya kaleee)…

5. Tangkringan terlihat bersih. Saya tidak yakin kalau majikannya sedemikian rajin sampai-sampai tangkringan terlihat putih bersih hehehe. Menurut saya, burung ini jarang dikasih buah seperti kates atau pisang.

Nah atas dasar catatan saya itu, mangga Tante Markisa bisa melakukan perbaikan pemeliharaan sehingga burung bisa sehat, senang, aman sejahtera….

Salam…

Untuk yang mau kirim foto,  silakan kirim ke dutosricahyono@yahoo.com

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Plus minus hobi burung

Berikut ini plus-nya hobi burung:
1. Banyak teman.
2. Ngurangi BeTe di rumah.
3. Makin sayang sama sesama makhluk ciptaan Tuhan.
4. Menaikkan taraf hidup penjual sangkar, pakan burung, penjual burung, dokter hewan dll.
5. Bisa sebagai pendapatan sampingan kalo pas sukses jadi makelar hehehe.

Minus-nya hobi burung:
1. Sering lupa keluarga.
2. Sering bo’ong kepada isteri karena beli burung Rp. 500.000 bilangnya Rp. 50.000.
3. Lupa shalat, makan, mandi, FB-an, chattingan, dll.

Apa lagi ya…. ada pendapat?

PERHATIAN:  PRODUK OM KICAU TIDAK DIKOMERSIALKAN. TIDAK DIJUAL SEBAGAI KOMODITI BEBAS. HANYA DIGUNAKAN UNTUK KALANGAN TERBATAS YAKNI PENGHOBI BURUNG PENGUNJUNG BLOG INI. PENGGUNAAN HARUS MENGIKUTI SARAN PEMAKAIAN YANG SAYA TULIS DI BLOG INI. “HARGA PRODUK” DI SINI SEKADAR PENGGANTI BIAYA PENGADAAN BAHAN DAN RISET. Produk Om Kicau terdiri dari BirdVit, FreshAves, AscariStop, BirdMature (BMR), BirdMolt (BMT), BirdShout (BST), BirdFresh (BFR) dan BirdMineral (BMN).

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Burung sehat, burung bebas suplemen

Tidak lewat telepun tidak lewat blog, banyak penghobi burung yang bertanya kepada saya mengenai burung bermasalah ketika mabung. Terakhir adalah penghobi burung dari Jambi sana…
Seumur-umur pelihara burung sejak SD (ya lebih dari 3 dekade) hingga sekarang, banyak persoalan dalam hal kesehatan burung ya baru tahun-tahun terakhir ini. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Pemula punya burung jawara, mungkinkah?

Sejumlah pengunjung http://www.agroburung.com menanyakan mengenai burung yang baru saja mereka beli dengan pertanyaan “kapan burung saya siap dilombakan” atau juga “bisakah burung saya jadi jawara”. Mereka yang bertanya rata-rata mengaku pemula. Saya tidak tahu apakah mereka benar-benar pemula atau sekadar merendah sebagai pemula.
Kalau benar Anda adalah pemula, maka ada baiknya meresapi apa yang pernah saya tulis di milis kicaumania yang kemudian saya transfer ke kicaumania.org dan sekarang saya daur ulang dengan sejumlah catatan tambahan dan penekanan. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Pengaturan pakan: Lanjutan

setting pakan2
Sebagai kelanjutan dari tulisan terdahulu, maka saya perlu mengingatkan para pemain hobi burung, utamanya kicau, bahwa dalam pengaturan pakan burung sebaiknya dilakukan ketika burung:
1. Selesai ngurak/ mabung/ molting.
2. Seusai sakit/ tidak bunyi dalam waktu lama.
3. Ketika burung masih muda atau belum pernah disetting pakan dengan cara/ menu tertentu sebelumnya.
Setelah itu….
Silakan klik di sini untuk tulisan secara lengkap….

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tips tambahan pemasteran / master burung

logo kicau dan kicauan hobi burung dalam pemasteranSeperti pernah saya tulis soal pemasteran burung bahwa keberhasilan pemasteran tergantung pada banyak faktor seperti 1. Kesesuaian antara karakter suara burung yang dimaster dengan suara masterannya; 2. Teknik atau cara pemasterannya; 3. Lama pemasteran, dan; 4. Kondisi fisik dan mental burung saat dimaster. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Dua cara mengatur menu pakan kicauan

Lain lading lain belalang lain lubuk ikannya. Ungkapan itu saya anggap pas untuk mengantar tulisan mengenai perbedaan cara mengatur menu pakan. Istilah kicaumanianya adalah setting pakan.

Ada dua cara yang secara umum bisa diterapkan untuk mengatur menu pakan. Pertama adalah “setting tinggi” dan kedua adalah “setting rendah”. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Gurah untuk menjernihkan, bukan pengobatan

Meski sejumlah kawan yang sudah mempraktekkan “metode gurah untuk menjernihkan suara burung” banyak yang berterima kasih karena sukses, tetapi ada yang komplain karena burungnya tidak sembuh-sembuh dari serak. Malah ada yang semakin parah.
Perlu kiranya diperhatikan bahwa tips “Metode Perah untuk Menjernihkan Suara Burung” bukanlah tips pengobatan burung yang sakit.
Tips itu saya tujukan untuk menjernihkan suara burung yang serak karena ada lendir di dalam kerongkongan burung.
Burung yang berlendir di kerongkongan biasanya adalah burung yang selesai molting (tidak bunyi-bunyi setelah mabung). Atau juga burung yang baru saja sembuh dari sakit, terutama sakit flu atau yang berhubungan dengan masalah kerongkongan.
Namun demikian, untuk burung yang nyaris hilang suaranya tetapi burung sebenarnya tetap terlihat sehat, bisa juga digunakan metode ini.
Yang jelas dan perlu saya pertegas adalah bahwa metode ini tidak cocok untuk burung yang terlihat sakit atau mulai masuk masa sakit.
Untuk itu, mohon dibaca kembali postingan mengenai “Metode Perah untuk Menjernihkan Suara Burung”.
Salam..

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Kapan pemasteran menunjukkan hasil?

Banyak penghobi burung yang bertanya-tanya mengapa burung yang sudah dimaster sekian lama ternyata tidak bisa menirukan suara burung masterannya.

Sebenarnya tips mengenai hal ini sudah ada di website ini terutama di kategori Pemasteran. Dengan demikian hasil pemasteran harus dilihat pula mengenai bagaimana pemasterannya; sudah benar atau belum.

Sukses tidaknya pemasteran tergantung dari, antara lain: Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155.808 pengikut lainnya.