Gengsi burung pleci melejit, banderol sampai Rp 40 juta

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

Jenis burung pleci (kacamata) kini memang tengah jadi primadona. Nyaris setiap pelosok kota keranjingan alias demam pleci. Para pemain, tak hanya pemula bahkan pelomba kawakan pun tak risih lagi menenteng burung ini di lapangan. Mereka bangga tatkala gaconya di jenis ini jadi juara. Begitu pamornya naik, pleci pun naik tahta dan memiliki prestise tersendiri.

Om Renan KM
Om Renan KM

Kelasnya pun di lomba kini bukan sekadar pelengkap alias anak bawang, tapi sudah sejajar dengan jenis lain yang sebelumnya memiliki gengsi. Ini tak lain dikarenakan jenis pleci turut punya nilai jual bagi even organizer untuk menjaring peserta. Itu sebabnya pihak panitia kini minimal membuka 2 atau 3 kelas dalam setiap gelarannya.

“Sebenarnya, sudah sejak lama di Cina jenis pleci menduduki peringkat pertama, setelah itu hwamei, pailing, dan kacer,” ungkap Lee Ali importir sangkar dan aneka akesoris untuk pleci.

Di tanah air, khususnya di Jabodetabek baru hampir setahun belakangan ini popularitasnya terus merangkak naik. Tidak hanya di Latberan pinggiran hingga even besar, kelas pleci kerap dijubeli peserta.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com

Menariknya, umumnya mereka adalah para pemain kawakan yang sebelumnya dikenal sebagai pemilik burung kelas bergengsi seperti anis merah.

Di Jabodetabek misalnya, ada nama Hengky Bor yang memiliki gaco di kelas tersebut yang selalu malang-melintang di tangga juara. Nilai belinya, lumayan fantastis. Konon, bersama Mr Deded sejawatnya sudah puluhan juta rupiah harus mereja keluarkan untuk mendapatkan gacoan.

Bahkan, untuk Ozil salah satu jawara papan atas blok barat dia mengaku mentransfernya sebesar Rp 40 juta dan pemain Ciawi Bogor, sementara si Bola ditake-overnya di kisaran Rp 20 juta. Di luar itu masih ada sederet jawara lainnya.

Lantas, apa yang membuat mereka begitu berani men-take-over dengan nilai begitu tinggi? “Kenapa nggak? Sekarang lombanya ramai terus, hadiahnya besar dan tidak pernah dipotong karena gantangannya selalu full,” kata Hengky memberi alasan tentang minatnya berburu burung unggulan.

Alasan yang realtistis memang. Sejak dibeli beberapa bulan lalu, sang gaco sudah puluhan kali memetik kemenangan di beragam even penting. Kalau dihitung-hitung, dengan kondisi  penampilan burung yang stabil di lapangan, belum setahun sebenarnya sudah balik modal.

Apalagi saat ini kelas pleci selalu ada di latberan maupun lomba yang digelar nyaris setiap hari. Dan, burung ini bisa turun atau main beberapa kali dalam sepekan. Bandingkan dengan burung lain, yang turun paling banter kuat satu atau dua kali dalam seminggu.

Mirip anis merah

Hengky Bor
Hengky Bor

Karakter pleci yang mirip-mirip anis merah, dan kebiasaannya ditrek dengan sesama jenisnya sebelum ke lapangan, membuatnya seperti peralihan dari anis merah ke pleci. Ya, rata-ratac mereka, pemain pleci, sebelumnya dikenal sebagai jawara anis merah.

Hengky Bor misalnya, dikenal sebagai pemilik jawara anis merah, kini mencoba fokus ke pleci. Demikian halnya dengan Renan dari Pleci Duta Kicau Mania (PDKM) sebuah komuntas khusus pleci di dunia maya, kini dia lebih merasa nyaman main di jenis pleci. “Ya, karena karàkternya ngggak beda jauh dengan anis merah,” ungkap Renan.

Kini tidak kurang dari 12 ekor pleci andalannya, bahkan salah satunya, Marjinal, kerap juara di beragam even.

Perawatannya yang relatif mudah ini yang membuatnya Iebih asyik main di jenis ini. “Kalau kita awalnya main di anis, terus ke pleci, itu lebih mudah,” ungkapnya.

Yang penting, burung memenuhi standar kualitas pakem yang diterapkan, berbunyi lebih lantang, duduk sambil ngerempel saat ketemu lawan di lapangan, yang diselingi materi isian seperti gereja tarung, kenarian, ciblekan dan beseten kolibri, sudah cukup jadi modal utamanya untuk turun gelanggang.

Tingginya minat pada burung pleci ini tampak dari tumbuhnya komunitas pleci dengan beragam macam bendera yang diusungnya. Bahkan, salah satu komunitas pleci di kawasan sunter yaitu Pleci 123 berani menggelar latber rutin tiap hari Sabtu di lapangan permanennya – kawasan Sunter Jakarta Utara. Semua khusus pleci, tidak ada jenis burung lain.  (Ref: Agrobur)

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

7 Comments

  1. saya punya pleci sudah ada isian murai batu,kenari,pentet dan jalak nias. rame bngt klo dah bunyi. saya pelihara dari kecil. jd banyak orang udah cuek klo lg gacorr

  2. Assalam.
    Yth. Para penggemar Pleci Kacamata se Indonesia…
    Untuk di ketahui teman-teman penggemar Pleci Kacamata se Indonesia,di Daerah saya di Lombok-NTB burung ini namanya adalah KECIAL KUNING. Yang mana burung ini sebenarnya dari dulu sekitar tahun 2000 sudah punya nama, karena hampir dari pelosok Desa dan Kota Di Pulau Lombok memelihara burung ini karena harga awalnya untuk burung yang belum jadi atau gacor cukup terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah. Di Lombok sendiri hampir setiap harinya ada Lombanya, apalagi untuk hari Minggunya pasti ramai sekali yang ikut. Bahkan setiap pelomba kadang bisa membawa sampai lebih dari 5 ( lima ) ekor Burung Pleci Kacamata atau KECIAL KUNING ini untuk di lombakan. Apalagi hampir setiap sebulan sekali di adakan Open atau turnamen besar-besaran disini dengan hadiah yang cukup menggiurkan. Mengenai sistem Lomba cukup beragam di sini, kadang menggunakan sitem masuk Final, 1 (satu ) kali naik mencari suara terbanyak, ataupun sistem pembobotan angka. Ya semoga dengan sering adanya Lomba akan membuat Pleci Kacamata atau KECIAL KUNING semakin di cintai masyarakat khusunya penghobi Burung Pleci Kacamata atau KECIAL KUNING. Serta untuk teman-teman yang belum mengetahui apa itu dan bagaimana Suara Merdu dari Burung Pleci Kacamata atau KECIAL KUNING akan tertarik untuk untuk memelihara,merawat dan melestarikan Burung Pleci Kacamata atau KECIAL KUNING ini. Salam KECIAL KUNING LOMBOK-NTB. Ciiitt…Ciiitt…
    Wswr….
    By : Darno-Mataram-Lombok.

  3. Yg sya tau pleci suka makan ulat di pepohonan, jdi kalau habitat pleci ampe msnah tk tersisa, musnahlah alam kta ini! !

    Cba byangkn jika tmbuhan hijau di mkan ulat semua, trus ulatnya gag ada yg mkan? ? ? ?

    :'( :'( :'( :'( :'(

    • pohonnya aja udah pada gada… pada di tebang, n dibakar,,tanahnya pada jadi bangunan.dmna lagi ada ulat??dari pada d alam bebas mati karna gada habitat lebih baik di rawat,n kita jaga…

Komentar ditutup.