Membuat bird feeder untuk kandang koloni

Bird feeder merupakan tempat pakan otomatis atau semi-otomatis yang biasa digunakan para penangkar di negara-negara maju, khususnya Eropa, Australia, serta Amerika Utara (AS dan Kanada). Tidak sedikit pula warga di sana, meski bukan penangkar, yang menyediakan bird feeder di halaman rumah atau taman, agar burung-burung liar bisa mampir setiap pagi dan sore hari.

Anda, khususnya para penangkar burung maupun penghobi burung yang ingin rumahnya setiap hari didatangi burung liar, juga bisa membuat sendiri bird feeder dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita. Banyak sekali manfaat dari penggunaan wadah pakan yang satu ini. Mau tahu caranya?

Bird feeder umumnya digunakan untuk penangkaran burung pemakan biji-bijian seperti kenari dan burung finch lainnya, serta burung paruh bengkok (parrot) seperti lovebird dan parkit. Hal ini bisa dimaklumi, karena penggemar burung di negara Barat umumnya memelihara jenis-jenis burung tersebut.

Wadah pakan ini dimasukkan dalam kandang penangkaran model koloni yang berisi beberapa ekor burung. Dengan menggunakan bird feeder, pakan bijian akan keluar secara otomatis ketika burung memungut pakan di bagian dasar. Prinsipnya adalah menggunakan energi dari atas ke bawah.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Kalau menggunakan wadah pakan biasa, kita secara berkala mesti mengecek apakah pakan sudah habis atau belum. Namun, melalui bird feeder, frekuensi pengecekan bisa diperlama bahkan seminggu sekali, Anda pun bisa menjalankan aktivitas lain dengan lebih bebas, karena tak harus “terganggu” kesibukan memberi pakan setiap hari.

Jangan khawatir, pakan tidak akan terkontaminasi dengan udara. Sebab, sebelum keluar dari lubang wadah, pakan tetap tersimpan dalam wadah yang bersih dan cemaran udara.

Berikut ini panduan singkat mengenai pembuatan bird feeder yang bisa menjamin ketersediaan pakan selama beberapa hari ke depan.

BAHAN BAKU PEMBUATAN BIRD FEEDER 

  • 1 buah toples plastik ( A )
  • 1 buah platform kecil ( B – bisa dibuat dari bahan papan / tripleks )
  • 2 buah palform besar ( C – bisa dibuat dari bahan papan, tripleks, dan kawat ram )

Silakan perhatikan bahan-bahan tersebut dalam gambar di bawah ini :

Bahan - bahan yang digunakan
Bahan baku pembuatan bird feeder ( Foto: Kelisa_RTG | MBF )

PROSES PEMBUATAN BIRD FEEDER

1. Membuat lubang bawah toples

Bagian bawah toples dilubangi, sebagai tempat keluarnya pakan (biji-bijian). Diameter lubang jangan terlalu besar, agar pakan yang kaluar dari lubang tersebut tidak meluber melebihi wadah yang digunakan (platform kecil).

2. Membuat platform kecil untuk tatakan toples

Jika toples sudah dilubangi pada bagian bawah, kini saatnya Anda membuat platform kecil. Fungsi platform ini adalah sebagai wadah / tatakan di mana biji-bijian dari toples akan keluar dari lubang di bagian bawah.

Ketika burung-burung mengambil pakan dari platform kecil, maka lama-lama jumlah bijian dalam platform itu akan berkurang. Hal ini membuat biji-bijian yang ada dalam toples keluar, mengisi ruang-ruang kosong dalam platform kecil.

Cara pemasangannya relatif mudah, seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini.

Toples yang diberi lubang untuk tempat keluarnya makanan
Lubang pada toples sebagai tempat keluarnya pakan.

3. Membuat dan memasang platform besar

Platform besar merupakan tatakan dengan rangka dari kayu. Bagian atas beripa kawat ram yang dipakukan ke rangka kayu. Adapun bagian bawah berupa papan / triplels yang juga dipakukan pada rangka kayu.

Bisa juga bagian bawah dibiarkan begitu saja tanpa papan / tripleks. Risikonya, sisa pakan akan jatuh langsung ke lantai kandang. Jika lantai kandang terbuat tanah, maka bisa membusuk dan mencemari kandang.

Kawat ram berfungsi sebagai tempat berpijak burung-burung saat makan. Ketika burung mengambil pakan pada platform kecil, sebagian pakan akan jatuh berceceran ke platform besar, dan terkumpul di bagian bawah yang sudah dilapisi papan / tripleks.

Begitu pula kulit biji yang sudah dikupas burung, akan jatuh ke dasar platform besar. Dengan sistem ini, sisa0sisa pakan tidak akan berceceran di bagian lain dari kandang. Kandang pun relatif lebih bersih, kecuali oleh kotoran burung yang tak mungkin bisa dihindari.

Tempat untuk pembuangan sisa dan sampah dari makanan yang sudah dimakan oleh burung
Tempat pembuangan sisa pakan yang tidak termakan burung.

Setelah semua bahan selesai dibuat, sekarang masukkan millet atau pakan biji-bijian lainnya yang biasa diberikan, misalnya canary seed, niger seed, dan sebagainya. Masukkan pakan bijian tersebut dalam jumlah secukupnya, kira-kira setengah toples saja, agar nantinya biji-bijian tersebut bisa keluar dengan lancar dan otomatis dalam penggunaannya.

Masukan makanan kedalam toplesnya
Masukkan pakan bijian ke dalam toples.

Bird feeder ini, meski sangat sederhana, tetap fungsional. Anda pun bisa meninggalkan burung tanpa perasaan khawatir kehabisan pakan selama sedikitnya 1 minggu.

Burung yang menyantap makanannya ( gambar: kelisa_RTG | MBF )
Burung menyantap pakan dari bird feeder sederhana. (Foto: Kelisa_RTG | MBF )

Sebagai catatan, bird feeder ini juga bisa diaplikasikan untuk burung-burung yang sudah terbiasa makan voer. Sebab butiran voer juga bisa dimasukkan dalam toples dan akan keluar secara otomatis, karena gaya gravitasi dari atas ke bawah. Tetapi penempatannya paling ideal tetap di kandang penangkaran, atau kandang umbaran untuk burung lomba.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.