Piala Raja Kutai: Adipati & Rincong Aceh hattrick

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Mungkin ini baru kali pertama terjadi: dua ekor kacer sama-sama meraih hattrick dalam even yang sama. Kacer Adipati milik YY dan Rincong Aceh milik M Khadafi sama-sama meraih tiga gelar juara 1 dalam Lomba Burung Berkicau Piala Raja Kutai Kartanegara di Tenggarong, Minggu (23/2). Uniknya lagi, kedua burung ini secara bergantian selalu dalam posisi 1 dan kedua saat bertarung di sesi yang sama, kecuali di Kelas Raja Kutai yang dimenangi Adipati dan Rincong berada di urutan ketiga.

YY dan kacer Adipati
Ketua Panitia H Syukur (kiri) memberikan penghargaan kepada YY, pemilik kacer terbaik: Adipati.

Juara kedua di kelas utama ini ditempati Maha Raja milik Golden SF Samarinda. Panitia membuka 7 kelas kacer. Maha Raja mencuri satu gelar juara pertama, yaitu di Kelas Kacer Hitam Museum Kutai yang merupakan kelas khusus dan tidak diiikuti Adipati maupun Rincong Aceh.

Pertemuan Rincong Aceh dan Adipati memang sudah ditunggu-tunggu para kacer mania. Rincong Aceh pernah bertemu Adipati dalam even Plaza Cup 2 di Semarang, 12 Januari lalu. Saat itu, dominasi Rincong sangat terasa, dengan menjuarai semua (empat) kelas. Adapun Adipati dua kali juara 3, serta masing-masing sekali juara 4 dan 5.

Tetapi setelah itu, penampilan Adipati terus melejit di berbagai even. Keduanya sempat dijadwalkan bakal bertemu lagi dalam even Valentine Day di Jogja, 16 Februari lalu. Sayangnya, duel bersejarah itu batal, karena Rincong Aceh dibawa kembali ke Lampung menyusul abu vulkanik Gunung Kelud yang menerpa Kota Jogja. Adipati tetap turun, bahkan meraih double winner.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Dalam Piala Raja Kutai, Adipati dan Rincong Aceh bertemu hingga enam kali, dengan hasil yang unik dan langka: sama-sama tiga kali menjadi juara 1.

Uniknya lagi, jika Rincong Aceh menjadi juara 1, maka Adipati menjadi juara 2. Ini terjadi pada Kelas Pangeran Ratu 2 – B, Kedaton Kutai A, dan Museum Kutai.

Hal serupa juga terjadi ketika Adipati menjadi juara 1, maka Rincong Aceh di posisi runner-up. Hal ini terjadi pada Kelas Pangeran Ratu 2 – A dan Kedaton Kutai A. Pengecualian terjadi pada kelas utama, Raja Kutai, yang dimenangi Adipati, diikuti Maha Raja, dan Rincong Aceh.

Dengan prestasi tiga kali juara 1 dan tiga kali juara 2, Adipati yang even ini memperkuat Hob United pun dinobatkan sebagai kacer terbaik.  Adapun Rincong Aceh tiga kali juara 1, dua kali juara 2, dan sekali juara 3.

Sebuah pertarungan yang seru dan sepadan, dengan prestasi yang jarang dijumpai di lapangan, di mana dua ekor kacer sama-sama meraih hattrick dalam even yang sama.

Mr YY dan kacer Adipati
YY bersama kacer Adipati.

Sampai di Lampung, Rincong langsung mabung

M Khadafi pun secara sportif mengakui kemenangan Adipati. Pada sesi pertama dan kedua, Rincong Aceh tampil tidak seperti biasanya. “Seperti kacer yang baru selesai mabung dan baru pertama kali dicoba,” jelas Om Dafi, ketika dihubungi Om Kicau melalui jejaring sosial WhatsApp.

Pada sesi ketiga, barulah Rincong Aceh menemukan bentuk permainan sesungguhnya, dengan speed sangat rapat, volume tembus, serta lagu yang merdu di telinga. Namun pada sesi kelima, penampilan Rincong kembali menurun, sehingga hanya menjadi juara 2.

Awalnya, Om Dafi menduga ini karena Rincong terlalu lama istirahat atau tidak diturunkan ke lomba. “Seharusnya sudah diturunkan di Valentine. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan, dan kita tidak mau ambil risiko, burung tidak jadi diturunkan. Karena lama tidak lomba, lebih dari sebulan, jadinya malah kurang bagus,” kata Om Dafi.

Namun Selasa (25/2) pagi ini, Om Dafi kembali menghubungi Om Kicau, untuk memberikan update kondisi Rincong.

“Oalah.., ternyata Rincong Aceh sampai di Lampung langsung mabung. Jadi, ada dua kemungkinan mengapa penampilannya kurang menggigit di Piala Raja Kutau. Pertama, burung terlalu lama tidak tampil. Kedua, bulunya sudah mau jatuh dan akhirnya mabung begitu tiba di Lampung,” jelasnya.

Kacer Rincong Aceh
Rincong Aceh: Tetap garang menjelang mabung.

Namun, terlepas dari dua alasan tersebut, Om Dafi tetap memberikan respek untuk  semua lawan di Piala Raja Kutai, khususnya Adipati milik YY yang tampil luar biasa.

“Saya mengucapan selamat untuk Om Yoyok atas prestasi Adipati, termasuk predikat sebagai kacer terbaik. Pada prinsipnya, saya percaya semua lawan itu tangguh dan bagus, tinggal siapa yang tampil paling impresif. Kali ini, Adipati tampil lebih bagus daripada Rincong Aceh di tiga kelas. Jadi, saya juga salut dan memberi acungan jempol  buat Adipati,” tutur Om Dafi.

Karena saat ini mulai mabung, Om Dafi batal menurunkan Rincong Aceh dalam even Road to Presiden Cup III di Palembang, 16 Maret 2014. “Sudah dua bulan belum turun lagi di BnR, jadi kita turunin jagoan yang lain di Palembang.”

Uut Tani Jaya dominasi kelas cendet

Selain Rincong Aceh dan Adipati, beberapa burung juga mencatat prestasi mengesankan dalam Piala Raja Kutai. Cendet Barera milik Uut dari Tani Jaya SF (Balikpapan), misalnya, berhasil menjuarai dua dari tiga kelas. Satu kelas lagi dimenangi Sontoloyo, yang juga cendet jawara milik Uut.

Uut Tani Jaya SF Balikpapan
Uut (Tani Jaya SF Balikpapan) kembali menjadi single fighter terbaik.

Banyak koleksi Uut yang masuk daftar juara di beberapa kelas, sehingga Tani Jaya SF pun dinobatkan sebagai single fighter (terbaik). Ini merupakan gelar juara umum SF kesekian kalinya bagi Uut dalam berbagai even di Pulau Kalimantan.

Gelar bird club (BC) terbaik pun kembali diraih Fitri BKS dan kawan-kawan dari Pelangi BC. Beberapa koleksi Fitri

Prestasi mengesankan kelas cendet, 3 kelas semuanya dimenangkan oleh jagoan milik Uut Tani Jaya, dengan jagoan Barera dan Sontoloyo. Setelah ditambah dengan jagoan-jagoan di kelas lain, UUT yang pada 9 Maret akan menggelar even akbar Tani Jaya Cup ini pun dinobatkan menjadi peraih SF terbaik.

Sukses menjadi juara, misalnya murai batu Kenzo yang mencetak quattrick atau empat gelar juara 1, kenari Comatsu yang meraih double winner, serta love bird AB Ical dan cucak jenggot Volvo.

Persaingan seru terjadi di kelas cucak hijau. Panitia membuka enam kelas, empat di antaranya dijuarai Dhouglas milik Budi dari Hob United BC. Dua kelas lainnya dimenangi Bagong, cucak hijau milik Dedy dari BKB BC, dan Dewa Angin milik H Syukur BK dari Pelangi BC. (Waca)

Suasana lomba kelas cucak hijau
Penilaian lomba di salah satu kelas cucak hijau.

BC, SF, dan Burung Terbaik

BC TERBAIK: PELANGI BC
SF TERBAIK: TANI JAYA SF
BURUNG TERBAIK
– KACER: ADIPATI (YY)
– CUCAK IJO: DHOUGLAS (BUDI)
– MURAI BORNEO: KENZO (FITRI BKS)
– LOVEBIRD: ARUM (YOGI LV)
– KENARI: COMATSU (FITRI BKS)
– CENDET: BARERA ( UUT TANI JAYA SF)

Piala Raja Kutai
Dari kiri: Fitri BKS, Deki (kru Khadafi), H Syukur, dan Yogi LV.
Piala Raja Kutai
Sebelum lomba, para juri Ronggolawe mengucapkan sumpah.

Hasil Lomba:  Kacer | Murai Borneo | Cucak Hijau | Kelas Lain

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.