Khadafi, Fitri BKS, dan Imam Zakaria dukung kelas kenari isian

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Dukungan terhadap komunitas Penggemar Kenari Isian Indonesia (PKII) kini makin meluas. Sejumlah tokoh kicaumania dari berbagai daerah di negeri ini turut memberikan dukungan agar kelas kenari isian makin diintensifkan di berbagai lomba burung berkicau, setidaknya sejajar dengan kelas kenari standar. Muhammad Khadafi (Lampung), H Fitri BKS (Samarinda), dan H Imam Zakaria (Jakarta) ikut memberi dukungan serupa.

Suasana kelas kenari isian
Suasana lomba di kelas kenari isian dalam Presiden Cup III di Jakarta, 22 Juni 2014.

Seperti diberitakan sebelumnya, PKII terbentuk pada 12 Desember 2013, yang dipelopori RG Bayu dan Fahmi dari Bintang Jagad SF Bekasi, Andre “Obelix” Sutanto (Surabaya), Nonot (Jogja), dan beberapa kicaumania lainnya seperti Markus.

( baca juga:  Punya kenari isian? Gabung saja ke PKII )

PKII dibentuk untuk mengakomodasi para penggemar kenari isian di Tanah Air. “Kenari isian sebenarnya sudah lama dipelihara para kenarimania. Tetapi tidak banyak event organizer (EO) yang membuka kelas kenari isian. Akibatnya kenari isian lebih sering dinikmati di rumah,” ungkap Om Fahmi.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
Fahmi dan Bayu Bintang Jagad SF
Dua pemrakarsa PKII, kakak-beradik Fahmi (kiri) dan RG Bayu.

Karena itu, PKII akan menggandeng sejumlah EO di berbagai daerah agar makin intensif dalam membuka kelas kenari isian, karena banyak peminatnya.

Meski umur PKII baru setengah tahun, sudah cukup banyak dukungan yang diberikannya dalam beberapa lomba burung berkicau di Indonesia. Kiprah PKII terlihat dalam Presiden Cup III di Jakarta (22/6), juga dalam even Depok Bird Song Championship di kampus Universitas Pancasila Jakarta, 6 Juli lalu.

Karena itu, para pegiatnya optimistis, suatu saat nanti kenari isian mampu sejajar dengan kenari standar, dan tidak ada lagi dikotomi di antara dua jenis kenari itu, sebagaimana terjadi pada beberapa waktu lalu.

“Dengan dukungan teman-teman seperti Om Khadafi, Om Fitri, Haji Imam Zakaria, dan lain-lain,semoga kita semua mampu mengembalikan popularitas kenari isian di berbagai lomba di Tanah Air,” tambah Om RG Bayu.

RG Bayu dan M Khadafi
RG Bayu (kiri) bersama M Khadafi.

Untuk lebih mengkoordinasi kegiatannya, PKII dibagi per wilayah. Wilayah Jawa Timur dikoordinasi Andre Sutanto, wilayah Jawa Tengah – DIY Jogya dikoordinasi Om Nonot dan Om Likin Solusindo.

Di Wilayah Sumatera ada Om Khadafi yang mengkoleksi banyak kenari isian berkualitas sebagai amunisinya di beragam lomba. Om Fitri BKS juga ikut menggalakkan kenari isian di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

Andre Sutanto
Andre Sutanto mengkoordinasi PKII Wilayah Jawa Timur.

Yang pasti,kehadiran PKII yang juga didukung sejumlah tokoh kicaumania papan atas di Indonesia bisa makin mendongkrak popularitas dan gengsi kenari isian. Apalagi kenari isian terbilang jenis paling bergengsi.

Untuk membentuk seekor kenari isian yang baik,dengan materi isian lagu blackthroat, edel sanger, ataumateri lainnya, membutuhkan kesabaran dan waktu lumayan lama. Dan, melaluiPKII, kelas ini nantinya makin eksis seperti masa kejayaannya belasan tahun lalu. (d’one)

Sekretariat PKII

Alamat: Jalan KH M Usman Depok, Jawa Barat

Kontak: 0819 0846 8051 (Om Fahmi)

Join FB: Penggemar Kenari Isian Indonesia

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.