Parkit dulu dipelihara sebagai burung hias, sekaligus burung ketangkasan. Belakangan ini, banyak juga kicaumania yang memeliharanya sebagai burung master, terutama untuk murai batu dan cendet. Burung parkit sebenarnya tidak tahan terhadap pergantian cuaca, sehingga perawatan parkit di musim hujan berbeda dari perawatan pada musim kemarau.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Merawat parkit masteran agar tetap fit pada musim hujan dan kemarau.

Berdasarkan sejarahnya, burung parkit berasal dari Australia. Parkit-parkit liar di sana kemudian diperkenalkan ke beberapa negara di Eropa, termasuk Belanda, yang kemungkinan membawanya ke Indonesia pada masa kolonial.

Dalam perkembangannya, burung parkit lebih banyak diternak di daerah-daerah bersuhu panas, sehingga muncul anggapan bahwa sulit sekali menangkar parkit di daerah bersuhu dingin.

Ribuan burung parkit di habitatnya di Australia

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Padahal, burung parkit bisa dikembangbiakkan di semua daerah, dengan tetap memperhatikan pola perawatan dan pakannya. Secara umum, perilaku parkit ketika menghadapi perubahan musim bisa dijelaskan sebagai berikut:

  • Pada musim kemarau, burung cenderung lebih banyak minum. Akibatnya konsumsi pakan menurun.
  • Pada musim hujan,  burung cenderung lebih banyak makan, dan kurang mengkonsumsi air minum.

Karena itulah, burung parkit selama musim kemarau cenderung mengalami penurunan berat badan, tetapi kembali ke bobot semula (bahkan bertambah gemuk) di musim hujan.

Dengan pemahaman dasar seperti inilah kita dapat memperlakukan burung parkit masteran agar tetap fit baik pada musim hujan maupun musim kemarau.

Selain biji-bijian sebagai pakan utamanya, parkit juga membutuhkan pakan tambahan / extra fooding seperti telur rebus dan roti / biskuit. Kedua pakan ini merupakan sumber protein, asam amino, pati, dan serat.

Telur rebus sangat baik diberikan untuk semua jenis burung peliharaan, karena mengandung 13 vitamin esensial, aneka mineral, dan asam amino yang berguna untuk mendukung pertumbuhan tubuh, pertumbuhan bulu, hingga membangun kekuatan otot-ototnya.

Pakan buatan berbahan dasar telur rebus dan roti / biskuit sebaiknya rutin diberikan kepada parkit yang dipelihara untuk diternak. Cara pembuatannya bisa Anda simak kembali dalam beberapa tulisan berikut ini:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Khusus untuk parkit yang dipelihara sebagai burung master, pemberian eggfood selama musim kemarau sebaiknya dikurangi. Anda cukup memberikannya seminggu sekali, untuk memastikan kecukupan proteinnya saja.

Selama musim kemarau, sebaiknya Anda lebih fokus pada jenis pakan seperti sayuran, buah-buahan, dan tambahan vitamin untuk mencegah burung mengalami kekurusan akibat terlalu sering minum air ketimbang menyantap biji-bijian.

Sebaliknya, pada musim hujan, pakan tambahan berupa eggfood juga diberikan seminggu sekali, ditambah alternatif pakan lainnya seperti nasi dan kentang. Caranya, nasi yang sudah matang dicampur dengan potongan kecil kentang yang sudah direbus, kemudian diaduk-aduk dan dicampur dengan sedikit air bersih.

Parkit juga gemar makan nasi campur sayuran

Selama musim hujan, parkit bisa diberikan nasi dalam frekuensi 1-2 kali seminggu. Selain itu, pakan bijiannya bisa ditambah 10 biji kuaci yang sudah dikupas. Jangan lupa sediakan multivitamin seperti BirdVit, dan sayuran hijau untuk mencegah burung mengalami kegemukan. Sebab, seperti dijelaskan sebelumnya, parkit selama musim hujan cenderung lebih banyak makan.

Dengan pengaturan pola perawatan seperti ini, maka parkit masteran tak mudah terserang penyakit, lemas, badan kurus karena kehilangan berat badan, dan masalah lain yang biasa terjadi pada pergantian musim.

Baca juga artikel terkait:

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.