About these ads

Sepasang nuri itu semakin ceriwis dan mesra saja

Mampir ke Pasar Depok Solo sehabis gelaran lomba burung Solo Kota Budaya beberapa waktu lalu, saya ketemu sepasang nuri kepala hitam. Pasangan burung – yang dilindungi – itu kini telah menjadi mempelai calon induk penangkaran. Dia kini meramaikan rumah saya bersama 3 ekor murai batu, 6 ekor gelatik belong, seekor betet, 2 ekor kenari, 5 ayam ketawa, 5 ekor tupai sugar glider plus seekor tupai besar.

Mengapa saya benari coba-coba menangkarkan burung paruh bengkok yang dilindungi ini? Ya, bukan mencoba-coba sih, tetapi pengin serius. Memang boleh? Ya boleh saja dengan syarat tertentu. Kalau belum ada kejelasan, silakan simak artikel ini: Menangkar burung paruh bengkok yang dilindungi? Bisa dapat ijin kok…

Nuri kepala hitam saya termasuk anak suku Loriinae. Ya sekadar sekilas info saja, ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud kelompok nuri, selain nuri itu sendiri, juga termasuk burung kakatua dan betet. Ketiga jenis burung tersebut memang termasuk dalam satu suku, yaitu suku Psittacidae (burung paruh bengkok). Namun, di antara ketiga jenis burung paruh bengkok tersebut terdapat sedikit perbedaan sehingga kelompok tersebut dibagi lagi menjadi beberapa anak suku. Nuri termasuk anak suku Loriinae, sedangkan kakatua dan betet masing-masing adalah anggota anak suku Kakatoeinae dan Psittacidae.

Oke deh ini gambaran sepasang burung nuri saya yang sekarang cerewetnya minta ampun dan sudah mulai belajar menyuarakan kata-kata manusia meski memang belum jelas apa yang mau disuarakan hehehe… Kedua burung nuri jantan betina yang sudah jinak ini sudah suka saling mencumbu. Harapannya, begitu kandang penangkaran siap, bisa segera saya pindah dan mau beranak pinak.

This slideshow requires JavaScript.

Sepasang nuri kepala hitam ini suka saling bercumbu

Sepasang nuri kepala hitam ini suka saling bercumbu

Sepasang nuri kepala hitam suka berjoget juga

Sepasang nuri kepala hitam suka berjoget juga

Kedua nuri jinak ini sekarang cerewet banget

Kedua nuri jinak ini sekarang cerewet banget

Sepasang nuri kepala hitam menunggu jadinya kandang penangkaran

Sepasang nuri kepala hitam menunggu jadinya kandang penangkaran

Nuri kepala hitam betina inbi genit juga

Nuri kepala hitam betina inbi genit juga

Sepasang nuri kepala hitam siap tangkar

Sepasang nuri kepala hitam siap tangkar



Penginnya saya dengan sepasang nuri yang semakin ceriwis dan mesra saja itu sih menangkarkannya sebagaimana yang dilakukanb Om Naryo, sebagaimana bisa Anda baca pada artikel Om Naryo Sragen sukses menangkar burung nuri kepala hitam.

Meski tidak mudah untuk memulai penangkaran nuri, tetapi dengan belajar dari para penangkar burung yang sudah berpengalaman, hehe… bisa dan sukses – itulah yang kita harapkan.

About these ads

  1. mantaff bener artikelnya n mantaffnyaaa juga burung nurinya, salam kenal dan kepengen juga pelihara nuri buat diternakin, baru punya satu nuri mudah2an dapat pasangannya, terimakasih atas informasinya,

  2. om,saya di rumah punya nuri kepala hitam 4 ekor dan sudah jinak semua.tapi, saya masih belum bisa membedakan mana yg jantan dan mana yg betina soalnya mirip2 semua.dan ada kakatua jambul kuning semua asli papua.bisa bantu ? sy sangat tertarik buat dikembang biakan. telp. saya 081240058374 indra.ditunggu no.telpnya.thanks

  3. om duto,saya mau tanya.saya punya 2ekor gelatik belong.burung yg satu kepala bagian belakang botak.sering dipatok ama yg satunya.apa harus dipisah ya om?gimana cara menumbuhkan bulunya lagi?terimakasih

  4. om belinya nuri kepala hitam dimana? terus aman tha dari polisi… takutnya kita dah niat baik untuk menjaga kepunahan dengan menangkarkan ehh di tengah perjalanan di embat juga buungnya.

  5. wahh, kebetulan om duto sy lg mw belajar penangkaran parbeng jg, sy ada nuri talaud. endemik Talaud, dilindungi,apendix CITES I.
    loh kok bisa?? ko boleh??? soalnya ini penangkaran sekaligus penelitian kerjasama sama bksda sulut,
    mohon ilmunya om, maklum saya masih awam soal penangkaran, apalgi parbeng.
    matur nuwun^^

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Mohon maaf karena keterbatasan waktu dan ilmu jika banyak pertanyaan yang tidak/belum terjawab. Terima kasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.268 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: