Deteksi gangguan pernafasan pada burung

AGEN NON-INFEKSIUS

PEMICU GANGGUAN PERNAFASAN

AMONIA

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Setiap kotoran / feces burung, juga manusia dan mamalia, pasti mengandung amonia. Amonia dalam kotoran burung dipicu oleh kandungan protein dalam pakan serta extra fooding (EF) seperti kroto, jangkrik, ulat hongkong, dan serangga lainnya.

Jika kotoran burung dibiarkan menumpuk dan tidak segera dibersihkan, maka kadar amonia menjadi tinggi. Ketika burung menghirup udara, maka sangat dimungkinkan amonia pun ikut terhirup. Makin tinggi kadar amonia dalam kandang / sangkar, makin banyak pula amonia yang ikut terhirup.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Persoalan makin pelik jika Anda memelihara burung dalam sangkar, dan sangkar dikerodong ketika kotoran masih menumpuk. Akibatnya, makin banyak pula amonia yang terhirup burung. Hal ini juga berlaku pada burung yang dipelihara dalam kandang, apalagi dengan ventilasi udara minim, bahkan jarang terkena sinar matahari, dan kotoran sering dibiarkan menumpuk.

Nah, amonia yang terhirup akan mengiritasi saluran pernafasan burung, menyapu silia, dan merusak mukosa di permukaan saluran pernafasan. Dampaknya, produksi lendir menjadi berlebihan.

Amonia juga dapat mengakibatkan iritasi pada konjungtiva mata, sehingga sistem pertahanan tubuh burung terganggu. Konjungtiva adalah membran / selaput tipis dan bening yang melapisi permukaan bagian dalam kelopak mata dan dan menutupi bagian depan sklera (bagian putih mata) burung.

Jadi burung akan mengalami gangguan pernafasan yang bukan disebabkan bibit penyakit, melainkan akibat menghirup amonia secara berlebihan. Nafasnya akan terdengar (ngorok), sebab banyak lendir di saluran pernafasannya.

Baca juga  Agenda lomba burung berkicau - Minggu, 25 Mei 2014

Jika burung mengalami kondisi seperti ini, secara fisik ia terlihat sehat. Bahkan ada beberapa burung yang tetap moncer saat berlomba, tetapi pada malam hari terdengar suara ngorok. Burung memang tidak sakit, “hanya” mengalami gangguan pernafasan akibat banyak menghirup amonia dari kotoran yang dibiarkan menumpuk.

Biasanya, kondisi seperti itu tidak berlangsung lama. Sebab, pada dasarnya sistem pertahanan tubuh di saluran pernafasan sudah sangat lemah. Apabila beberapa organ pernafasannya sudah rusak, bibit penyakit yang terbawa udara pun mudah sekali menempel pada saluran pernafasannya.

Akibatnya, burung tidak hanya sekadar mengalami gangguan pernafasan akibat menghirup amonia, tetapi benar-benar terserang salah satu dari tujuh jenis penyakit pernafasan. Maka, selain ngorok, akan muncul gejala lain berupa batuk dan bersin.

Solusi:

  • Jika ada waktu, biasakan membersihkan bagian dasar sangkar dua kali sehari: pagi dan sore.
  • Jika tak sempat, setidaknya kotoran dibersihkan setiap pagi.

UDARA BERDEBU

Udara yang terhirup burung, juga manusia dan mamalia, pasti mengandung partikel debu berukuran super kecil (mikron). Partikel debu yang terkandung dalam udara ketika dihirup rata-rata berukuran 1,0 – 5,0 mikron. Adapun yang mampu disaring bulu getar (silia) pada rongga hidung burung hanya partikel berukuran 3,7 – 7,0 mikron. Jadi, ada beberapa partikel debu yang akan masuk ke saluran pernafasan lebih dalam, mulai dari larynx, trakea, bronkus, bronkiolos, parabronkus, paru-paru, dan kantung udara.

Jika udara sangat berdebu, maka jumlah partikel yang terhirup pun makin banyak. Dampaknya sama seperti amonia, yaitu akan merusak silia dan mukosa pada permukaan saluran pernafasan burung. Akibatnya, produksi lendir menjadi berlebihan sehingga membuat burung mengalami gangguan bernafas, ditandai dengan suara ngorok. Jika terus dibiarkan, sistem pertahanan tubuh burung pada saluran pernafasan juga akan melemah, sehingga penyakit pernafasan yang sesungguhnya akan muncul.

Baca juga  Gagak ternyata sangat cerdas: Mampu pecahkan 8 teka-teki paling rumit

Solusi:

  • Jika memelihara burung dalam kandang, terutama penangkar, cermati kondisi lingkungan di sekitar kandang saat terjadi embusan angin cukup kencang. Jika terlihat banyak debu beterbangan, segera sirami halaman tersebut. Hal ini biasa terjadi pada siang hingga sore hari.
  • Jika burung dipelihara dalam sangkar, yang digantang di dekat lingkungan yang mudah berdebu, hal ini juga bisa disiasati dengan sering-sering menyiram halaman sekitarnya.

SUHU DAN KELEMBABAN

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Idealnya, suhu lingkungan di sekitar kandang / sangkar burung sekitar 25 – 28 ºC, atau sekitar satu derajat di bawah suhu kamar (29 ºC).

Salah satu tengara untuk mengamati udara yang terlalu panas bagi burung adalah melihat caranya ia mengambil nafas. Jika udara terlalu panas, maka burung akan lebih sering membuka paruhnya untuk menghirup udara.

Kalau kondisi tidak memungkinkan, misalnya kita tinggal di daerah panas, maka pengaturan ventilasi dapat membantu menciptakan kesejukan pada burung yang ada dalam kandang / sangkar. Apalagi jika di dekat kandang / sangkar terdapat pepohonan yang rindang.

Adapun kelembaban ideal sekitar 60 – 70 %. Anda dapat menggunakan hygrometer yang ditempel di dekat sangkar / kandang. Jika kelembaban menurun hingga di bawah 50%, Anda dapat menyemprot air ke dasar lantai dan dinding kandang, maupun halaman di sekitar kandang.

Baca juga  Isbek, lovebird paud orbitan Om Alfian Espana LBF yang jadi pembicaraan di seputaran Jogja

Jika memelihara burung di dalam sangkar, yang kebetulan digantang di tempat yang kelembabannya kurang dari 50%, segera pindahkan sangkar ke tempat yang lebih teduh. Dapat juga menyemprotkan air dari sprayer ke tubuh burung.

Menjaga kelembaban udara juga sangat penting. Jika kita lalai, dan membiarkan kelembaban udara drop hingga di bawah 50%, dampaknya antara lain menyebabkan membran mukosa saluran pernapasan, termasuk sinus, menjadi kering. Akibatnya aktivitas silia terhambat. Peluang partikel debu dan bibit penyakit masuk pun makin besar.

Kembali ke halaman awal

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

23 Comments

  1. Salam kicau mania
    Om…sy punya murai bahan MU….makan semi poer and jangkrik rakus yang jadi masalah saya, kenapa bunyi trekkannya sama sekali tidak ada, mohon solusinya om…thnx.

  2. om….darurat ini butuh balasan cepet….heheh…MB pasamn 4grade punya ku ada lendir di tenggorokan membuat dia sering mangap-mngap.tapi di mata dan hidung tidak ada lendir..nafsu makan turun dan g bunyi lagi …..harap bantuan 911

  3. om mau tanya nih..,cucak ijoku kenapa ya napasnya bunyi ngorok padahal juga bunyi2 burungnya tapi volumenya gak mau keras..padahal paruhnya buka lebar..kadang2 megap2 tapi hidungnya kering gak ada tanda pilek..mohon solusinya om..makasih..

    • Kalau tidak bunyi, berarti tungau kantung udara. Tetapi karena masih bunyi, meski volume pelan, dan ada suara ngorok, berarti ada lendir yang mengering di saluran pernafasan.
      Untuk solusinya, mau tidak mau harus diobati. Silakan pakai merek apapun di pasaran. Kalau pakai produk Om Kicau, pilihannya Bird Twitter.
      Semoga membantu.

  4. Om.., saya mau tanya nih.. kebetulan saya menangkar murai batu dirumah, yang saya sesalkan/takutkan itu pada anakan trotol terkadang sakit seperti sesak nafas/nafas tersenggal-senggal ( Megap-megap ) bahasa kerennya.. ehehhehe.. sudah saya coba bermacam obat,, tapi tdk pernah satu pun yg berhasil selamat,. malah setelah saya obati malah mati… mungkin ada solusi atau rocomended obat buat trotol murai saya yg terjangkit penyakit tersebut.. oh ya, untuk kebersian kandang box penghangat trotol mesti saya bersihkan.. apa karena virus dari udara juga saya kuram paham. Mohon untuk di beri masukan ya om… atau saya harus pake obat” apa yg perlu saya pakai untuk berjaga jaga jika kemudian hari ada trotol seperti itu kmbli..

    Sebelumnya terima Kasih..

    salam . Wigi KM Mojokerto.
    085655300874

    • Kalau sampai tersengal-sengal, alias bukan sekadar serak, kemungkinan besar terserang tungau kantung udara (air sac mites). Kantung udara itu organ pernafasan sekunder yang mengelilingi paru-paru, jumlahnya bisa 6 pasang.
      Untuk mengobatinya, bisa diberikan BirdFresh, produk Om Kicau yang memang khusus mengatasi tungau kantung udara.
      Tetapi kalau hanya serak, tidak disertai tersengal-sengal, bisa diobati dengan BirdTwitter.
      Ya, begitulah Om, risiko bermain di barang bernyawa. Jangan patah semangat, semua penangkar besar dan sukses pasti juga pernah mengalaminya.
      Sukses selalu.

  5. om kenari saya suaranya serak, nafas megap2, paruh sering terbuka lebar.. sudah 2 bln lebih om. gmn cara nyembuhinnya om ?? mhn bantuannya om.. thanks..

  6. Sore om. Saya memiliki LB dengan kondisi kurang bersemangat/lesu. Bulu kurang rapi, bulu di sekitar hidung agak rontok, terus sering buka2 mulut seperti mau muntah dan kadang mengeluarkan suara. Apakah itu gejala terkena tungau kantung udara ya om? Mohon solusinya… Trimakasi sebelumnya.

  7. Om,murai saya kok tiba2 serak n hilang suara ya?sebelum serak,murai nya msh bunyi n nembak suara nya kenceng gt..hbs tu tiba2 serak n hilang suara..kira2 kenapa ya? N obat yg cocok utk tu apa ya?thanks om.

    • He.. he.., kalau BirdVit memang bukan obat, tetapi multivitamin untuk menjaga kondisi burung selalu fit.
      Kalau batuk-batuk saja, coba dikasih BirdTwitter. Batuk sebenarnya berasal dari lendir di trakea / tenggorokan, tetapi dalam bentuk kering. Kalau batuk dan bersin, berarti lendirnya basah.
      Semoga cepat sembuh.

  8. Om mau nanya,murai saya batuk2 selama 3 minggu lepas itu 3hari nggak mau makan dan akirnya senasip ma natalia,kira2 sakit apa om dan apa obatnya.dan sekrg tinggal betinanya.

  9. om mau tnya……..?? muraiku dirumah kok sebentar2 buka puruh knp ya…….sdh ku kasi BIRDVIT tp kok tetap……..

  10. Alangkah baiknya apabila saat itu Om Gun membawa jasad/bangkai MB “Natalia” ke Dokter hewan yaa OmKicau, untuk di Autopsi/diteliti demi mengetahui penyebab utama kematian MB “Natalia” apakah dikarenakan (Virus,Bakteri atau lainnya) sehingga hasilnya bisa menjadi bahan pelajaran dalam merawat atau mengatasi apabila gejala serupa menyerang.

    Wassalam,
    Salam Kenari Mania

    • Nah, silakan diperiksa dulu apakah ada gangguan lain di luar gangguan pernafasan. Kalau hanya spesifik nafas, silakan periksa gejalanya berdasarkan empat jenis penyakit yang khusus menyerang organ pernafasan.
      Kalau masih bingung, mohon kirim email ke redaksi@omkicau.com, kemudian jelaskan gejala yang muncul.
      He.. he.., meski kenari yang mati tidak hidup lagi, setidaknya ke depan kita bisa mengantisipasi jika terjadi kasus serupa.

Komentar ditutup.