Om Agus Sanjaya: Banyak pemain pemula tidak tahu penilaian lomba burung

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Sebagian kicaumania pemula masih bingung melihat jalannya lomba burung berkicau. Sebagian besar malu bertanya. Ada yang bawa gacoan, daftar, lalu gantang burung. Setelah lomba berjalan, dia melihat burungnya mendapat bendera kecil. Dengan bangganya dia nyeletuk, “Wah, burungku dapat bendera”. Tetapi dia bingung, burungnya masuk juara atau tidak. Daripada bingung, yuk ikuti artikel yang ditulis Om Agus Sanjaya, juri lomba asal Solo yang berpengalaman di berbagai daerah termasuk di Kalimantan Timur.

Agus Sanjaya
Om Agus Sanjaya (4 dari kiri) ketika menjadi juri di Polder Air Hitam Samarinda.

Banyak pertanyaan dari pemula soal lomba burung, yang susah diperolehnya di lapangan, terutama karena malu dianggap pemula. Selain contoh-contoh seperti di atas, ada kejadian di mana peserta sudah pulang terlebih dulu, padahal burungnya masuk 10 besar.

Ada juga peserta yang berani bertanya kepada peserta lain, apakah burung miliknya masuk daftar juara nggak. Yang ditanya pun balik bertanya, “Lha dapat koncer nggak? Kalau dapat koncer ya masuk”.

Meski pemula, kalau sudah menjadi peserta lomba burung berkicau idealnya harus faham mengenai tata penilaian lomba. Nah, bagi yang belum faham, berikut ini beberapa panduan singkat mengenai kriteria penilaian juri dalam lombaburung berkicau.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Setiap mengikuti lomba burung, pastikan bisa hadir sampai selesai, minimal setelah petugas panitia menempelkan rekap nilai. Di situ akan terlihat kelas yang diikuti, jumlah nilainya, dan sebagainya.

Biasanya, ada 6 juri yang bertugas, dengan nilai mentok yang diberikan juri adalah 38. Nilai mentok 38 yang diberikan juri terhadap burung-burung yang layak juara ini meliputi beberapa tahap berikut ini:

  • Juri akan menilai burung-burung yang bekerja di lapangan, kemudian diberi nilai awal 37.
  • Pada putaran kedua, juri mulai mengontrol lagi jika ada burung-burung yang masih stabil bekerja. Burung ini akan mendapatkan nilai 37,5.
  • Pada putaran ketiga, juri akan menilai apakah burung tersebut masih kerja dan memiliki keunggulan irama, lagu, volume, intonasi, dan lain- lain. Burung yang masuk kategori ini akan mendapat nilai 38 atau nilai mentok.

Kalau peserta ingin tahu gaconya masuk atau tidak, cek saja berapa nilai mentoknya, kemudian lihat dengan burung-burung lainnya.

Misalnya mentok 6 ada empat ekor, mentok 5 ada dua ekor, dan burung milik Anda mentok 4. Hal ini berarti burung milik Anda berhak menjadi juara 7.

Nah, untuk bendera koncer itu sendiri ada nilainya, tergantung dari pihak event organizer (EO) yang menyelenggarakannya. Misalnya, koncer A mendapat poin 30, koncer B poin 20, dan koncer C poin 10.

Terkadang ada peserta yang nggak tahu maksud dan berapa nilai yang didapatkannya.Jadi, pemula lomba burung perlu membaca peraturan lomba burung, agar tidak bingung.

Beberapa kriteria penilaian

Juri lomba burung
Juri menilai burung berdasarkan beberapa kriteria.

Dalam memberikan penilaian, juri-juri akan mengacu pada beberapa kriteria berikut ini:

  • Bernyanyi merdu:irama dan lagu yang dimiliki burung saat berkicau enak didengar di telinga juri.
  • Intonasi: bagaimana burung mampu membawakan alunannya secara naik-turun.
  • Variasi lagu: bagaimana isian / tonjolan burung.
  • Volume: meliputi  tebal dan tipis suara, kencang, sedang, dan kecil.
  • Stabilitas: burung berkicau secara kontinyu, tidak naik turun, tidak ngeruji (tidak menempel pada jeruji sangkar), alias burung nagen di tangkringan.
  • Gaya: bagaimana burung bisa bergaya saat berkicau, seperti meliuk-liuk, menari, buka ekor, geleng-geleng kepala, menoleh ke kiri-kanan secara harmonis, dan sebagainya.
  • Fisik: burung tidak memiliki cacat tubuh, kaki utuh, sayap utuh, mata juga melihat.

Beberapa kriteria penilaian inilah yang sering belum diketahui beberapa pemain pemula, terutama yang baru sekali atau dua kali datang ke lomba burung berkicau.

Namun, perlu juga diingat, detail kriteria penilaian di atas berbeda-beda antara jenis burung yang satu dan jenis burung lainnya. Masing-masing kelas memiliki pakem penilaian yang tidak selalu sama dengan kelas lainnya.

Misalnya kriteria penilaian lomba di kelas cendet jangan disamakan dengan kriteria penilaian di kelas lovebird. Begitu pula penilaian di kelas kenari jangan disamakan dengan penilaian di kelas murai batu.

NB: Secara bertahap, Om Agus Sanjaya berencana membuat artikel terkait penilaian lomba per kelas / jenis burung.

Agus Sanjaya
Om Agus Sanjaya siap menjelaskan penilaian lomba per jenis burung.

Terkadang ada pemain yang menganggap semua jenis burung memiliki kriteria penilaian yang sama. Saya pernah melihat kejadian seperti ini dalam beberapa lomba burung berkicau yang berujung pada protes / komplain. Padahal semua ini bermula dari ketidaktahuan pemain tentang kriteria penilaian lomba untuk jenis burung tertentu.

Masih banyak peserta yang melihat burung miliknya saja, tetapi tak melihat kinerja burung lain. Dia merasa burungnya sudah bekerja maksimal, bunyi terus sejak awal hingga akhir.  “Lho, burung saya kerjanya stabil, kontinyu sepanjang lomba. Kok bisa kalah,” kata sang pemain.

Perlu diketahui, juri bukan hanya melihat kinerja seekor burung saja, tapi juga kinerja semua burung yang menjadi peserta pada sesi yang sama. Selain itu, juri tak hanya menilai berdasarkan satu aspek saja misalnya kestabilan burung dalam berkicau, tetapi juga mengacu pada beberapa aspek lain yang telah disebutkan dalam kriteria penilaian di atas.

Penjelasan ini dalam konteks penilaian lomba secara fairplay, karena harus diakui tetap saja ada juri-juri nakal, yang kongkalikong dengan pemilik burung tertentu. Namun, masalah ini jangan digebyah-uyah bahwa semua juri lomba seperti itu. Masih lebih banyak juri yang baik daripada juri yang nakal.

Latpres Independen
Juri lomba akan menilai semua peserta, berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan.

Jadi, perlu difahami bahwa burung yang bunyi stabil dan kontinyu tidak selalu bisa memperoleh nilai mentok, sebab juri juga harus melihat  aspek lain seperti irama, lagu, intonasi, variasi lagu, gaya, dan sebagainya.

Burung yang bergaya istimewa pun belum tentu menang, karena harus dilihat pula aspek-aspek yang lain. Jadi, penilaian lomba burung itu bersifat holistik (menyeluruh), bukan hanya satu aspek saja.

Semoga penjelasan ini bisa membuat para pemain makin dewasa, mampu memahami aturan lomba secara lebih baik, bukan sekadar mengukur pada kinerja burungnya saja, tetapi juga melihat kinerja burung-burung lain yang menjadi rivalnya.

Bagi sobat kicaumania yang memerlukan info lebih lanjut mengenai penilaian dalam lomba berkicau, silakan kontak Om Agus Sanjaya ( 0821 5993 0757 ), Pin BB 29efcc93, atau boleh juga bertanya lewat akun FB di carniq@facebook.com.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

  1. Apakah ada standar yang berlaku untuk penilaian kacer yang mbagong? karena sya sangat kecewa kmrn bahkan di even PresCup III kacer yg dr awal main sbntar/sdkit trus mbagong, main lg trus mbagong lg, bgitu dst kok ya dapet koncer….malah saat menaruh bendera koncer itu kacer lg mbagong2nya. jadi apakah penilaian mbagong buat kacer saat dilapangan itu tdk apa2/ karena punya “bos besar” jadi tidak apa2??

Komentar ditutup.