Bagaimana memelihara burung dan kucing dalam satu rumah?

Seperti film kartun, kucing dan burung sejak dulu dikenal saling bermusuhan. Kucing, sesuai dengan naluri, akan bertindak sebagai hewan predator yang siap memangsa burung, kapan pun dia melihatnya. Tapi ada juga lho kucing dan burung bisa akrab, bahkan mau bermain bersama. Bolehkah seorang kicaumania juga memelihara kucing di rumah? Bagaimana menyikapi agar burung tak dimangsa kucing yang juga piaraan kesayangan kita?

Memelihara burung dan kucing
Tingkatkan keamanan burung jika memelihara kucing dalam satu rumah

Dalam film kartun “Looney Tunes“, burung kenari kuning nan mungil bernama “Tweety” tidak akan merasa khawatir tertangkap oleh kucing nakal bernama Sylvester. Si burung tahu cara melarikan diri.

Namun, dalam kehidupan sebenarnya, seekor burung yang dipelihara dalam sangkar jelas tidak memiliki kemampuan menyelamatkan diri. Bukan karena dia kehilangan instink bertahan hidup, tetapi karena ada ruang yang membatasi geraknya.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

kucing dan burung
kucing dan burung

Burung peliharaan mudah stres jika selalu diliputi rasa takut ketika melihat ada kucing di dekatnya, apalagi berusaha menggapai sangkar dan mengeong-ngeong, bahkan sampai menggeram.

Meski sangkarnya terbuat dari bahan yang kuat (misalnya fiber atau besi), yang tak memungkinkan kucing merusaknya, burung tetap saja tidak memahaminya. Semua berjalan sesuai dengan instink masing-masing.

Nah, burung yang stres akibat melihat kucing, apalagi jika kejadian ini terus berulang, tentu bisa berakibat fatal, misalnya mulai jarang bunyi dan jika tak segera diatasi bisa macet bunyi.

Burung yang stres karena takut juga memicu beberapa hal negatif lainnya. Misalnya, pada burung mabung, pertumbuhan bulu baru akan terhambat.

Burung yang sering berhadapan dengan hewan pengganggu seperti kucing tak ubahnya simulasi antara hidup dan mati. Naluri burung berusaha melarikan diri, namun apa daya geraknya terbatasi oleh sangkar.

Karena itu, apabila Anda memelihara burung dan ada anggota keluarga di rumah memelihara kucing, maka diperlukan upaya-upaya pencegahan untuk meminimalisasi pertemuan antara kedua hewan tersebut.

Meningkatkan keamanan burung

Dalam sebuah penelitian, kucing liar dianggap hewan yang paling bertanggung jawab atas berkurangnya populasi beberapa jenis burung di beberapa negara. Belum diketahui apakah ada penelitian sejenis tetapi dengan subjek kucing jinak yang dipelihara di rumah.

Meski jinak, kucing tetap tidak bisa melupakan nalurinya sebagai hewan predator. Karena itu, kita harus tetap menjaga dan meningkatkan keamanan burung piaraan di rumah dari kemungkinan dimangsa kucing.

Kucing
Meski jinak, kucing memiliki naluri sebagai hewan predator.

Menjaga keamanan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, misalnya :

  • Tidak menggantang sangkar burung berdekatan dengan meja, lemari, atau permukaan datar lain yang memudahkan kucing naik dan mengganggunya.
  • Tidak meninggalkan burung saat sedang dimandikan dalam karamba mandi.
  • Memberi perintah atau pelatihan pada kucing untuk selalu menjauhi sangkar burung, agar kucing cepat mengerti.
  • Selalu mengawasi keadaan ketika kita sedang mengganti pakan dan air minum burung, atau ketika sedang membersihkan sangkarnya.

Sebarkan perasan jeruk nipis atau kulit jeruk

Ada lagi cara yang bisa dilakukan jika kucing di rumah selalu mendekati sangkar burung. Dalam hal ini, Anda bisa membuat daerah di sekitar sangkar burung menjadi kurang menarik bagi kucing.

Kucing sangat tidak menyukai bau / aroma jeruk. Untuk itu, Anda bisa menggunakan perasan jeruk nipis dan  / atau potongan kulit jeruk yang disebarkan di sekitar sangkar burung. Dengan begitu, kucing tidak akan tertarik mendekati  sangkar burung.

Selain itu, jika kucing selalu berdiri di bawah sangkar, Anda juga bisa menutupi bagian lantai yang sering digunakan kucing untuk menatap burung dengan kertas timah.

Bisa juga menggunakan keset tradisional (bukan berbahan kain, karet, atau plastik) yang terbalik. Sebab bagian bawah keset tradisional terdiri atas bahan-bahan yang meruncing. Dengan begitu, kucing merasa tidak nyaman untuk berdiri di atasnya.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan jika Anda memelihara burung, tapi anggota keluarga Anda punya kucing piaraan. Dengan begitu, burung relatif tidak merasa terganggu.

Dalam beberapa kasus, ada juga burung yang terlihat akrab bersama kucing dalam rumah yang sama. Tak percaya? Silakan tonton video berikut ini:

Semoga bermanfaat.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

3 Comments

  1. Kalau kucing peliharaan sih paling2 burungnya aja yang disikat tapi sangkarnya ndak , kalau kucing garooong , burung , sangkar dan kotorannya dibawa …..

  2. kalo sudah terbiasa hidup berdampingan, seperti burung dan kucing dirumah, kucing ngga akan peduli padahal saya kalo jemur burung di tanah pekarangan. burungnya pun asik ngicau seperti tidak terganggu dengan kehadiran kucing.

Komentar ditutup.