Tips menjinakkan dan melatih burung parkit

Burung parkit yang baru Anda beli biasanya masih memiliki karakter aslinya, yaitu agak liar dan galak. Kalau Anda melihat parkit jinak dan tidak galak, itu karena burung sudah menjalani proses penjinakan terlebih dulu. Hanya parkit yang sudah jinak yang bisa dilatih untuk melakukan berbagai atraksi dan gerakan akrobatik, serta bisa dijadikan teman bermain di rumah. Artikel kali ini mengenai tips menjinakkan dan melatih burung parkit, berdasarkan pengalaman Rudy Pelung selama belasan tahun. Selamat mengikuti.

Menurut Om Rudy Pelung, pemilik Rudy Pelung Bird Farm yang menangkar berbagai jenis burung paruh bengkok, karakter asli dari burung parkit sebenarnya cenderung agak liar dan galak. Misalnya, ketika kita memegangnya, terkadang parkit suka menggigit tangan. Hal ini biasanya terjadi pada parkit yang belum dijinakkan, apalagi dilatih. Syarat utama untuk melatih burung ini adalah menjinakkannya terlebih dulu.

“Jika karakternya sudah jinak, maka burung menjadi lebih mudah untuk dikendalikan, termasuk dilatih dengan berbagai permainan atau untuk melakukan berbagai atraksi dan gerakan akrobatik lainnya,” ujar Om Rudy.

Rudy Pelung Jakarta

Rudy Pelung bersama parkit yang sudah dijinakkan dan dilatihnya.

Tahap-tahap penjinakan burung parkit memang butuh waktu dan kesabaran. Apalagi jika burung yang dijinakkan sudah remaja atau dewasa. Idealnya, burung dijinakkan sejak masih muda, atau maksimal berumur 4 – 6 bulan.

Agar tidak terbang, burung bahan yang akan dilatih sebaiknya dilakukan wing clipping terlebih dulu, yaitu pengguntingan 6 bulu sayapnya. Bagaimana cara melakukan wing clipping, Om Kicau sudah pernah menjelaskannya di sini. Anda juga bisa melihat praktiknya dalam video wing clipping.

Apabila Anda memiliki beberapa ekor parkit, sebaiknya disatukan dalam kandang koloni, di mana setiap kandang bisa dihuni 3 – 4 ekor. Sebab, di alam liar, parkit juga hidup berkelompok.

Untuk mempercepat proses penjinakan, Om Rudy biasanya memasukkan seekor parkit yang sudah jinak dan terlatih ke kandang koloni tersebut. Burung ini disebutnya sebagai burung master, yang dapat digunakan untuk memancing parkit-parkit lainnya agar cepat jinak.

Selanjutnya, masukkan tangan kita ke burung master sambil menggenggam pakan. Nah, burung master yang sudah jinak dan terlatih akan mengambil pakan yang disodorkan. Ini semua akan dilihat parkit-parkit yang belum jinak.

Jadi, ketika kita menyodorkan pakan kepada parkit yang masih liar, mereka secara pelan-pelan akan mendekati tangan kita dan mengambil pakan tersebut. Tentu saja burung yang baru dalam proses awal penjinakan tidak sertamerta langsung jinak. Ketika mengambil pakan, watak liarnya masih akan terlihat.

Tetapi lakukan hal ini secara rutin setiap hari, sampai akhirnya burung benar-benar bisa beradaptasi saat melihat kehadiran kita, dan makin terbiasa melihat tangan kita masuk ke kandangnya.

Meski sudah mulai agak jinak, jangan lupa bahwa karakter asli burung parkit memang cenderung suka menggigit. Karena itu, berikan stik kayu kecil (seukuran sumpit bakmi)  agar burung bisa menggigit-gigit stik tersebut. Lama-lama, burung akan bosan menggigit, dan lebih memilih makanan yang diberikan melalui tangan kita.

Parkit melakukan atraksi

Jika sudah jinak, parkit bisa dilatih memainkan berbagai atraksi.

Kalau sudah akrab melihat tangan kita, burung bisa dikeluarkan dari sangkar. Tapi ingat, beberapa bulu sayapnya harus sudah digunting agar mereka tidak terbang bebas ke alam liar.

Tempatkan burung di atas tangkringan di luar kandang. Tangkringan ini bisa Anda buat, atau bisa juga membelinya di toko aksesoris burung. Ketika burung bertengger, berikan pakan melalui tangan Anda. Ini masih merupakan bagian dari proses penjinakan, yang biasanya membutuhkan waktu 10 hari hingga 2 minggu.

Aneka aksesoris burung parkit

Aneka aksesoris dan mainan untuk burung parkit.

Itulah tips penjinakan burung parkit berdasarkan pengalaman Om Rudy Pelung. Sebagai pembanding, Anda juga bisa melihat cara penjinakan burung parkit sebagaimana pernah dijelaskan Om Kicau di sini.

Proses melatih burung parkit

Apabila burung sudah benar-benar jinak, ia tidak akan terbang jauh-jauh, meski bulu sayap yang digunting mulai tumbuh normal. Nah, pada tahap ini kita tinggal melatihnya. Proses pelatihan burung parkit bisa dimulai dari naik di tangga kecil, hingga diajari memutar dengan cara sambil memberinya makanan.

Bisa juga dilatih dengan metode yang popular dengan istilah play to me. Artinya, Anda memangil burung dari jarak tertentu, kemudian parkit akan terbang menghampiri Anda. Masih banyak materi yang bisa diajarkan untuk melatih parkit agar kelak bisa memainkan berbagai gerakan akrobatik.

Selain mudah dilatih untuk melakukan atraksi, parkit juga bisa dilatih menggunakan aksesoris. Misalnya menggunakan popok atau pakaian yang digunakan jika burung mau pup (buang kotoran), sehingga tidak buang feces sembarangan dan berceceran ke mana-mana. Ini terutama bila parkit tersebut sudah jinak dan terlatih dan ditempatkan dalam ruangan.

Popok burung parkit

Popok khusus parkit agar tidak pup di sembarang tempat.

Untuk berbagai aksesoris maupun alat permainan khusus parkit, Anda tidak perlu bingung bagaimana mendapatkannya. Selain menjadi penangkar parkit dengan nama Rudy Pelung Bird Farm, Om Rudy juga memproduksi dan menyediakan aneka aksesoris dan mainan untuk burung parkit Anda. (d’one)

Jika Anda berminat menjadi penangkar burung parkit, klik link di bawah ini sebagai referensi awal:

1. Panduan dasar beternak burung parkit.

2. Struktur kandang dan tatalaksana penangkaran parkit

Rudy Pelung Bird Farm

Jl. H. Dogol No 86A (Warnet Sabrina), Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kontak: 0813 863 999 13/  0818 136 248 / 9481 5388 / Pin BB 25C9927D

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 17 comments

    1. redaksiomkicau

      Memang harus sabar jika menjinakan parkit yang sudah dewasa. Kuncinya sering diajak berinteraksi supaya burung terbiasa dengan pemiliknya.

  1. Febry Fauza

    Om! Mau nanya nih om! Kenapa kotoran parkit betina saya sering menempel pada bulu dekat anusnya? Parkit saya sakit atau bagaimana cara pencegahannya om!.

Komentar ditutup.