Budidaya burung walet

Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung walet dimulai dengan sejarah singkat burung walet, sentra  budidaya burung walet, jenis-jenis burung walet, manfaat burung walet, persyaratan lokasi budidaya burung walet,  pedoman teknis budidaya burung walet, hama dan penyakit burung walet dan lain-lain.

1. SEJARAH SINGKAT

Burung Walet merupakan burung pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya cepat dengan ukuran tubuh sedang/kecil, dan memiliki sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil begitu juga paruhnya dan jenis burung ini tidak pernah hinggap di pohon. Burung walet mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua atau rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang sampai gelap dan menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.

2. SENTRA PERIKANAN

Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. JENIS

Klasifikasi burung walet adalah sebagai berikut:
Superorder : Apomorphae
Order : Apodiformes
Family : Apodidae
Sub Family : Apodenae
Tribes : Collacaliini
Genera : Collacalia
Species : Collacaliafuciphaga

4. MANFAAT

Hasil dari peternakan walet ini adalah sarangnya yang terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang walet ini selain mempunyai harga yang tinggi, juga dapat bermanfaat bagi duni kesehatan. Sarang walet berguna untuk menyembuhkan paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.

5. PERSYARATAN LOKASI

Persyaratan lingkungan lokasi kandang adalah:

  1. Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
  2. Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat.
  3. Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
  4. Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
    1. Suhu, Kelembaban dan Penerangan
      Gedung untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang mirip dengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-95 %. Pengaturan kondisi suhu dan kelembaban dilakukan dengan:

      1. Melapisi plafon dengan sekam setebal 2° Cm
      2. Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
      3. Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L” yang berjaraknya 5 m satu lubang, berdiameter 4 cm.
      4. Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
      5. Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang berbentuk corong dari goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan dalam gedung akan lebih gelap. Suasana gelap lebih disenangi walet.
    2. Bentuk dan Konstruksi Gedung
      Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10×15 m 2 sampai 10×20 m 2 . Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi. Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1 yang sangat baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara. Untuk mengurangi bau semen dapat disirami air setiap hari. Kerangka atap dan sekat tempat melekatnya sarang-sarang dibuat dari kayu-kayu yang kuat, tua dan tahan lama, awet, tidak mudah dimakan rengat. Atapnya terbuat dari genting. Gedung walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar-putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Lubang tempat keluar masuk burung berukuran 20×20 atau 20×35 cm 2 dibuat di bagian atas. Jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur dan dinding lubang dicat hitam.
  2. Pembibitan
    Umumnya para peternak burung walet melakukan dengan tidak sengaja. Banyaknya burung walet yang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para peternak tersebut. Untuk memancing burung agar lebih banyak lagi, pemilik rumah menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet. Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yang menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.

    1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
      Sebagai induk walet dipilih burung sriti yang diusahakan agar mau bersarang di dalam gedung baru. Cara untuk memancing burung sriti agar masuk dalam gedung baru tersebut dengan menggunakan kaset rekaman dari wuara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pada jam 16.00–18.00, yaitu waktu burung kembali mencari makan.
    2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
      Di dalam usaha budidaya walet, perlu disiapkan telur walet untuk ditetaskan pada sarang burung sriti. Telur dapat diperoleh dari pemilik gedung walet yang sedang melakukan “panen cara buang telur”. Panen ini dilaksanakan setelah burung walet membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur walet diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Telur yang dibuang dalam panen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.

      1. Memilih Telur Walet
        Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :

        • Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka induk berumur 0–5 hari.
        • Putih kemerahan, berumur 6–10 hari.
        • Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 10–15 hari.
          Telur walet berbentuk bulat panjang, ukuran 2,014×1,353 cm dengan berat 1,97 gram. Ciri telur yang baik harus kelihatan segar dan tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yang baik mempunyai
          kantung udara yang relatif kecil. Stabil dan tidak bergeser dari tempatnya. Letak kuning telur harus ada ditengah dan tidak bergerak-gerak, tidak ditemukan bintik darah. Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dengan peneropongan.
      2. Membawa Telur Walet
        Telur yang didapat dari tempat yang jaraknya dekat dapat berupa telur yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dari jarak jauh, sebaiknya berupa telur yang sudah mendekati menetas. Telur disusun dalam spon yang berlubang dengan diameter 1 cm. Spon dimasukkan ke dalam keranjang plastik berlubang kemudian ditutup.
        Guncangan kendaraan dan AC yang terlalu dingin dapat mengakibatkan telur mati. Telur muda memiliki angka kematian hampir 80% sedangkan telur tua lebih rendah.
    3. Penetasan Telur Walet
      1. Cara menetaskan telur walet pada sarang sriti.
        Pada saat musim bertelur burung sriti tiba, telur sriti diganti dengan telur walet. Pengambilan telur harus dengan sendok plastik atau kertas tisue untuk menghindari kerusakan dan pencemaran telur yang dapat menyebabkan burung sriti tidak mau mengeraminya. Penggantian telur dilakukan pada siang hari saat burung sriti keluar gedung mencari makan. Selanjutnya telur-telur walet tersebut akan dierami oleh burung sriti dan setelah menetas akan diasuh sampai burung walet dapat terbang serta mencari makan.
      2. Menetaskan telur walet pada mesin penetas
        Suhu mesin penetas sekitar 40 ° C dengan kelembaban 70%. Untuk memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dengan menempatkan piring atau cawan berisi air di bagian bawah rak telur. Diusahakan agar air didalam cawan tersebut tidak habis. Telur-telur dimasukan ke dalam rak telur secara merata atau mendata dan jangan tumpang tindih. Dua kali sehari posisi telur-telur dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan yang embrionya mati dibuang. Embrio mati tandanya dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah yang gelap. Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba. Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12. Selama penetasan mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13–15
        hari telur akan menetas.
  3. Pemeliharaan
    1. Perawatan Ternak
      Anak burung walet yang baru menetas tidak berbulu dan sangat lemah. Anak walet yang belum mampu makan sendir perlu disuapi dengan telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh diturunkan 1–2 derajat/hari dengan cara membuka lubang udara mesin. Setelah berumur ± 10 hari saat bulu-bulu sudah tumbuh anak walet dipindahkan ke dalam kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dengan alat pemanas yang diletakan ditengah atau pojok kotak. Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari, kemudian dletakan dalam rak untuk pelepasan. Tinggi rak minimal 2 m dari lantai. Dengan ketinggian ini, anak waket akan dapat terbang pada keesokan harinya dan mengikuti cara terbang walet dewasa.
    2. Sumber Pakan
      Burung walet merupakan burung liar yang mencari makan sendiri. Makanannya adalah serangga-serangga kecil yang ada di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan dan pantai/perairan. Untuk mendapatkan sarang walet yang memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan makanan tambahan terutama untuk musim kemarau. Beberapa cara untuk mengasilkan serangga adalah:

      1. menanam tanaman dengan tumpang sari.
      2. budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk.
      3. membuat kolam dipekarangan rumah walet.
      4. menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.
    3. Pemeliharaan Kandang
      Apabila gedung sudah lama dihuni oleh walet, kotoran yang menumpuk di lantai harus dibersihkan. Kotoran ini tidak dibuang tetapi dimasukan dalam karung dan disimpan di gedung.

7. HAMA DAN PENYAKIT

  1. Tikus
    Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman.
    Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.
  2. Semut
    Semut api dan semut gatal memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur.
    Cara pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas.
  3. Kecoa
    Binatang ini memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna.
    Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat persembunyian.
  4. Cicak dan Tokek
    Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet.
    Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.

8. PANEN

Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. Jika terjadi kesalahan dalam menanen akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Panen rampasan
    Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walrt karena tidak ada peremajaan. Kondisinya lemah karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.
  2. Panen Buang Telur
    Cara ini dilaksanankan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya.
  3. Panen Penetasan
    Pada pola ini sarang dapat dipanen ketika anak-anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat.

Adapun waktu panen adalah:

  1. Panen 4 kali setahun
    Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.
  2. Panen 3 kali setahun
    Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.
  3. Panen 2 kali setahun
    Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet.

9. PASCAPANEN

Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

  1. Analisis Usaha Budidaya
    Perkiraan analisis budidaya burung walet di daerah Jawa Barat tahun 1999:

    1. Modal tetap
      1. Gedung Rp. 13.000.000,-
      2. Renovasi gedung Rp. 10.000.000,-
      3. Perlengkapan Rp. 500.000,-
        Jumlah modal tetap Rp. 23.500.000,-
        Biaya penyusutan/bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bln ( 5 th) Rp. 391.667,-
    2. Modal Kerja
      1. Biaya Pengadaan
        • Telur Walet 500 butir @ Rp. 5.000,- Rp. 500.000,-
        • Transportasi Rp. 100.000,-
        • Makan Rp. 50.000,-
      2. Biaya Kerja
        • Pelihara kandang/bln@ Rp. 5000,- x 3 bln Rp. 15.000,-
        • Panen Rp. 20.000,-
          Jumlah biaya 1x produksi:Rp. 650.000,-+Rp. 35.000,- Rp. 685.000,-
    3. Jumlah modal yang dibutuhkan pada awal Produksi
      1. Modal tetap Rp. 13.500.000,-
      2. Modal kerja 1x Produksi Rp. 685.000,-
        Jumlah modal Rp. 14.185.000,-
    4. Kapasitas produksi untuk 5 tahun 1 kali produksi :
      1. sarang burung walet menghasilkan 1 kg
      2. sarang burung sriti menghasilkan 15 kg
      3. untuk 1 tahun, 4 kali produksi, menghasilkan :
        • sarang burung walet 4 kg
        • sarang burung sriti 60 kg
      4. untuk 5 tahun, 20 kali produksi, menghasilkan :
        • sarang burung walet 20 kg
        • sarang burung sriti 300 kg
    5. Biaya produksi
      1. Biaya tetap per bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bulan Rp. 391.667,-
      2. Biaya tidak tetap Rp. 685.000,-
        Total Biaya Produksi per bulan Rp. 1.076.667,-
        Jumlah produksiRp.1.076.667:16 kg (walet dan sriti) Rp. 67.292,-
    6. Penjualan
      1. sarang burung walet 1 kg Rp. 17.000.000,-
      2. sarang burung sriti 15 kg Rp. 3.000.000,-
        Untuk 1 kali produksi Rp. 20.000.000,-Untuk 5 tahun

        1. sarang burung walet 20 kg Rp. 340.000.000,-
        2. sarang burung sriti 300 kg Rp. 60.000.000,-
          Jumlah penjualan Rp. 400.000.000,-
    7. Break Even Point
      1. Pendapatan selama 5 Tahun Rp. 400.000.000,-
      2. Biaya produksi selama 5 th Rp. 1.076.667 x 60 bln Rp. 64.600.000,-
      3. Keuntungan selama 5 tahun Rp. 335.400.000,-
      4. Keuntungan bersih per produksi 335.400.000 : 60 bln Rp. 5.590.000,-
      5. .BEP 232.919
    8. Tingkat Pengembalian Modal 3 bulan (1 x produksi)
  2. Gambaran Peluang Agribisnis
    Sarang burung walet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung walet di pasar internasional sangat besar dan masih kekurangan persediaan. Hal ini disebabkan oleh masih kurang banyaknya budidaya burung walet. Selain itu juga produksi sarang walet yang telah ada merupakan produksi dari sarang-sarang alami. Budidaya sarang burung walet sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik dan intensif.

11. DAFTAR PUSTAKA

  1. Chantler, P. & G. Driessens. Swift : A guide to the Swift an Treeswift of the World. Pica Press, the Banks. East Sussex, 1995.
  2. Mackinnon, John. Panduan Lapangan Pengenalan Burung-Burung di Jawa dan Bali. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1994.
  3. Nazaruddin & A. Widodo. Sukses Merumahkan Walet. Cet. 2. Jakarta: Penebar Swadaya, 1998.
  4. Tim Penulis PS. Budidaya dan Bisnis Sarang Walet. Cet. 4. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994.

12. KONTAK HUBUNGAN

  1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
  2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 36 comments

  1. Mulyadi

    Assalamualaikum..
    Semenjak 1 tahun sudah berdiri bangunan walet saya, burung2 itu terbang diluar ruangan kedung, tapi baru 1 sarang yang sudah ada.. apa yang mesti saya lakukan agar burung2 itu mau masuk kegedung dan bersarang didalamnya.. klo ada buku panduannya sangat membantu saya,, email saya : mulyadilabijar@yahoo.co.id
    Mohon bantuanya ya mas.. saya dari Aceh Selatan

  2. budizig

    Mlm kicau mania… om mohon bantuanya donk. masih awam mengenai burung walet nih. di pinggiran dan pojokan dinding rumah saya terdapat sarang burung entah sriti apa walet, saya juga agak bingung menentukan sarang burung tersebut, kalau menurut pandangan saya sih sepertinya 60% itu burung sriti, kriteria burung tsb dadanya agak coklat bintik-bintik hitam. kalau terbang selalu di atas, koloninya sangat sedikit sekitar 10 ekor aja. yg ingin saya tanyakan :
    – kreteria burung walet seperti apa om
    – kriteria burung sriti seperti apa, lalu
    – kriteria sarang walet memakai bahan seperti apa.
    soalnya cari-cari di mbah gogel koq masih blm menemukan kriteria burung walet yg benar.
    setelah melihat sarang tsb saya berkeinginan untuk membudidayakan burung walet, sayang om sarang yg sudah ada, siapa tau yg diatas memberi risqi lewat hal tersebut, selain pertanyaan di atas itu saya juga masih bingung mencari penjual telur burung walet yg asli dan terpercaya. mohon bantuanya om, kalau bener itu sarang burung sriti saya berkeinginan untuk mengganti telurnya dgn telur walet, tetapi dmna saya dapat membeli telur burung walet tersebut. mohon bantuan om om kicau sekalian donk..

  3. budi

    Mlm kicau mania… om mohon bantuanya donk. masih awam mengenai burung walet nih. di pinggiran dan pojokan dinding rumah saya terdapat sarang burung entah sriti apa walet, saya juga agak bingung menentukan sarang burung tersebut, kalau menurut pandangan saya sih sepertinya 60% itu burung sriti, kriteria burung tsb dadanya agak coklat bintik-bintik hitam. kalau terbang selalu di atas, koloninya sangat sedikit sekitar 10 ekor aja. yg ingin saya tanyakan :
    – kreteria burung walet seperti apa om
    – kriteria burung sriti seperti apa, lalu
    – kriteria sarang walet memakai bahan seperti apa.
    soalnya cari-cari di mbah gogel koq masih blm menemukan kriteria burung walet yg benar.
    setelah melihat sarang tsb saya berkeinginan untuk membudidayakan burung walet, sayang om sarang yg sudah ada, siapa tau yg diatas memberi risqi lewat hal tersebut, selain pertanyaan di atas itu saya juga masih bingung mencari penjual telur burung walet yg asli dan terpercaya. mohon bantuanya om, kalau bener itu sarang burung sriti saya berkeinginan untuk mengganti telurnya dgn telur walet, tetapi dmna saya dapat membeli telur burung walet tersebut. mohon bantuan om om kicau mania donk..

  4. hery

    om, saya pemula kebetulan didaerah/rmh sy banyak berterbangan brg walet, utk itu sy mencoba kamar saya ditingkat 2 dengan ukuran 3x4m apa cukup om dan apa yg harus sy lakukan dengan tempat sekecil itu, mhn pencerahan, trima ksh om

  5. INONK

    tolong dibantu utk contac person’a doonk…
    wallet di rumah saya makin banyak,, padahal saya belum pernah merenovasi bangunan khusus untuk perkembangbiakan wallet…
    tapi makin berganti bulan,,makin banyak sarang2’a di atas pojok atap rumah saya…
    saya masih bingung,, khasiat’a apa,, model burung wallet apakah yg bisa menguntungkan..
    dimana saya harus berkonsultasi,,?? saya ingin sekali berkonsultasi sambil langsung melihat kondisi rumah saya
    di sukabumi yg sekarang sudah banyak sarang burung wallet… tidak hanya konsultasi di tlp/sms atau chating..
    mohon bantuan’a jika ada yg bisa membantu saya…
    terima kasih

    1. Om Kicau

      Luar biasa…. berkah itu Om. Banyak kok penyedia jasa konsultasi burung walet. Cuma perlu hati2, pilih yang benar2 profesional. Cari saja dengan kata kunci “konsultan walet” di google.

  6. Inonk

    saya masih bingung nie dengan perkembang biakan burung wallet yg ada di rumah saya…
    saya dari cililitan jakarta timur.. mohon bantuan’a…

    sudah 6 bln burung wallet wara-wiri di rumah saya yg di sukabumi..
    085813192600

      1. inonk

        prok..prok.. tolong di bantu ^_^
        contact person’a kemana ni om kicau…
        soal’a makin di biarin makin banyak nie burung’a….
        kmrin temen aq prnah ambil sarang’a.. tapi di bilang’a jenis wallet yg ada di rumah saya itu jenis wallet sampah.. yg gk bagus untuk di jual…
        saya masih tipis informasi.. kalau memang ini jenis wallet sampah.. saya mau usir karena jadi kotor rumah’a..
        tapi kalau insya allah menguntungkan kan sayang kalau tidak di kembang biakan.. :)

        thanks b4

          1. inonk

            wah gk ada yaa yg nama’a wallet sampah,, beneran nie om..
            *jadi semangat nie mo ngurus tu wallet di rmh*
            tapi saya juga belon paham ini wallet apa sriti,, saya sudah browsing tapi tetep aj belum terlalu paham..
            contac person’a doonk om,, sms aj dulu kno saya di 085813192600.. nanti biar saya yg hubungi…
            sayang aja udah 6 bln tapi belum ada manfaat’a..
            insya allah dapat membantu keuangan klrga saya nanti…
            amiin ^_^
            ditunggu sms’a..
            thx b4

        1. wiwin,yogya

          kayaknya burung sriti bos yg ada ditenpat anda,burung sriti membuat sarang dng daun pinus,dicampur liur sedikit ajaj ,burung wallet membuat sarang dng 100%liurnya,harganya burung sriti cmn 200 rb,kalau burung wallet sktr 5 jutaan,

  7. MUH. MAS 'UN

    Saya pembudidaya sarang burung Walet pemula dan untuk sekali panen sudah mencapai 2,7 kg sarang seriti dan saat ini walet sudah mulai bersarang tetapi untuk pengembangan selanjutnya saya tidak memiliki modal, mohon informasi kemana saya bisa memperoleh modal usaha dengan kredit lunak dan tolong kirimkan contoh profosal pengajuan bantuan modaol usaha ke : MUH. MAS ‘UN da. Jln. Prof. M. Yamin, SH No.65 Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat 83612

  8. akmal tahir

    untuk wilayah kapupaten wajo dan bone saya ada sedikit usaha untuk mesin pemancing burung walet bg yang yang berminat silahkan hubungi 085396690671 harga mula 2 jt- 3 jt

  9. supriadi paulus

    saya ingin mencari teman investor walet karna saya ada lahan yang bagus, ataupun
    bisa bisa sama membangun dengN modal bagi 2 dan untungnya bagi 2 juga pak, yang
    penting jujur dan bisa dipercaya

  10. achmad syah hariyono

    orang/warga Indonesia jangan mudah menyerah dalam berusaha !
    berusahalah terus, kegagalan adalah awal dari kesuksesan
    berusahalah cari titik kesalahan dan buat perbaikan
    jangan lupa berdoa yang merupakan kuncinya
    zakat merupakan ruh daripada usaha

    belajarlah dari pengusaha sukses, kau akan sukses
    semoga berhasil, amin

    1. adi

      andai diri anda mau abdikan diri tukangkat yang lemah dan tak berdaya dengan tindakan…alangkah mulia dan jadi gerakan piramida yang semakih besar….maukah anda???

  11. herma

    penangkaran burung walet sangat menjajikan menurut cerita yang sudh berhasil, tetapi banyak orang yang sdh investasi tidak kunjung berhasil dan bisa jadi gila, bagi yang ada minat untk investasi harus mempertimbangkan berhsil/tidaknya supaya jangan jadi orang gila, menurut data statistik perwaletan keberhasilan investasi masih mencapai lebih kurang 80,23 %. jadi bagai para investor yang berminat masih terbuka peluang untuk penangkaran burung wale.

  12. agus abu

    walau cuma teori tapi minimal artikel ini dapat menambah wawasan dan perbandingan pengalaman. saya punya 45 alamat pembeli sarang burung walet di 4 negara yaitu Hong Kong, Singapur, USA dan Candada. cukup kirim kode pulsa 50,000 dan alamat email anda. makasih

  13. rajasemut

    itungan matematik pribadi belum tentu cocok dengan investasi untuk orang lain…….ini emang cuman teori dan model aja, dilapangan hitungan matematik di atas banyak penyimpangannya dan keberhasilan dalam merumahkan walet/sriti tidak pasti untuk orang awam, untuk yg punya pengetahuan dari baca/komunitas aja saya tebak bisa 10 sd 20 tahun baru merintis keberhasilan, untuk yg ahli/pengalaman aja, minimal di atas 1 tahun baru diketahui rintisan rumah sriti/waletnya akan berhasil atau tidak setelah membangun gedung dan melengkapi semua fasilitas gedung……………hati hati untuk investasi, klu masih penasaran dan tidak percaya dengan teori saya, boleh dibuktikan deh………….

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Mohon maaf karena keterbatasan waktu dan ilmu jika banyak pertanyaan yang tidak/belum terjawab. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s