Jebol kandang, cara praktis mengawali penangkaran burung jalak bali

Jebol kandang, cara praktis mengawali penangkaran burung jalak bali
Referensi Wajib Baca
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Jalak bali (Leucopsar rothschildi)  yang semula nyaris punah, kini mulai memberikan harapan cerah, baik bagi upaya konservasi di alam liar maupun bagi penangkar swasta dan kolektor burung langka. Harganya yang mahal, sekitar Rp 9 juta / pasang anakan umur 2-4 bulan, membuat banyak orang berminat menangkar burung ini. Cara praktis mengawali breeding jalak bali adalah melakukan jebol kandang. Tetapi, adakah bird farm yang menawarkan sistem jebol / bedol kandang? Ada! Salah satunya Kere Ayem BF di Cileungsi, Bogor. Lanjut membaca

Merawat & menjinakkan jalak suren kalimantan

Merawat & menjinakkan jalak suren kalimantan

Jalak suren kalimantan (Gracupica contra floweri) memang tidak seperti burung jalak suren jawa. Burung ini cenderung berkicau dengan suara aslinya, di mana sebagian kicaumania sering menjadikan suara asli tersebut untuk memaster burung kicauan di rumah. Adapun jalak suren jawa lebih dominan dengan suara-suara isian / masterannya. Karena itu, Anda bisa merawat jalak suren kalimantan sebagai burung master, meski diperlukan upaya penjinakan terlebih dulu mengingat sifat dan karakternya yang liar / giras. Lanjut membaca

Cara efektif menjodohkan jalak suren

Cara efektif menjodohkan jalak suren
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Meski sudah tidak lagi memiliki kelas tersendiri dalam lomba burung di Indonesia, bukan berarti jalak suren tersingkirkan begitu saja. Masih banyak kicaumania yang menyukainya, baik sekadar nostalgia (bagi kicaumania senior), memancing suara burung lain, atau dijadikan master bagi burung bersuara keras seperti hwamei. Bahkan, tidak sedikit pula kicaumania yang memeliharanya sebagai “penjaga rumah”. Lanjut membaca

Perawatan jalak suren jawa trotolan agar kelak rajin bunyi

Perawatan jalak suren jawa trotolan agar kelak rajin bunyi

Jalak suren jawa (Gracupica contra jalla) merupakan salah satu dari lima ras /  subspesies jalak suren yang ada di dunia. Istilah jalak suren jawa digunakan para kicaumania untuk membedakannya dari jalak suren kalimantan. Jalak suren jawa sebenarnya tidak hanya dijumpai di Jawa, tetapi juga di Sumatera dan Bali. Inilah salah satu jenis burung yang sudah banyak dibudidayakan atau ditangkarkan manusia. Sebagian besar jalak suren jawa yang ada di pasaran adalah hasil penangkaran, dan dapat dijadikan contoh betapa lebih nyaman untuk memanfaatkan burung tangkaran. Lanjut membaca

Perawatan dan penangkaran jalak nias

Perawatan dan penangkaran jalak nias
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Meski namanya jalak nias (Acridotheres tristis), spesies ini bukan merupakan burung endemik di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara. Dalam literatur perburungan internasional, jalak nias disebut common myna, yang wilayah persebarannya mencakup hampir semua negara di AsiaBahkan jalak nias sudah ditangkar di berbagai negara di luar Asia, antara lain Australia, Selandia Baru, Kanada, Hawaii (AS), Afrika Selatan, Mauritius, dan Maladewa. Mumpung populasinya di alam liar masih aman, yuk kita rawat dan tangkar bagi yang sudah memilikinya, agar kita tidak mengulang “kesalahan” di masa lalu terhadap jalak bali dan jalak putih. Lanjut membaca

Mengenal raja perling sulawesi dan kerabatnya di kawasan timur Indonesia

Mengenal raja perling sulawesi dan kerabatnya di kawasan timur Indonesia

Burung raja perling umumnya dijumpai di kawasan timur Indonesia, khususnya Sulawesi dan Maluku serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Peta persebarannya bahkan sampai ke utara, tepatnya di Filipina. Meski jarang ditemukan di pasar burung, banyak orang yang memeliharanya untuk dijadikan kelangenan, terutama raja perling  sulawesi / jalak sulawesi (Basilornis celebensis). Ini  burung endemik Sulawesi, khususnya Subkawasan Sulawesi yang meliputi Sulawesi, Lembeh, Muna, dan Butung. Suaranya mirip perling kumbang atau camperling, hanya saja volumenya lebih keras dan lebih tajam. Lanjut membaca

Perawatan jalak kerbau agar rajin bunyi

Perawatan jalak kerbau agar rajin bunyi

Kalau Anda di masa kecil sering bermain ke pematang sawah, kemudian melihat sekumpulan ternak kerbau, biasanya juga akan melihat beberapa ekor burung berwarna hitam dengan rambut klimis di dekat pangkal paruh atas. Burung itu sering bermain di atas tubuh kerbau, terkadang menyantap serangga yang menempel di tubuh kerbau. Karena kebiasaan tersebut, burung hitam itu dinamakan jalak kerbau (Acridotheres javanicus). Orang Jawa bilang jalak kebo, sedangkan orang bule menyebutnya white-vented myna. Lanjut membaca

Menangkar jalak putih dengan izin BKSDA

Menangkar jalak putih dengan izin BKSDA
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Jalak putih / black-winged starling (Sturnus melanopterus) termasuk salah satu jenis burung dilindungi di Indonesia. Tetapi, untuk mempercepat pemulihan populasinya, Pemerintah masih mengizinkan penangkaran bersyarat bagi yang benar-benar serius. Sama seperti jalak bali (Leucopsar rothschildi ), Anda tetap bisa menangkarnya setelah memiliki izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di masing-masing provinsi. Selain bisa membantu pelestarian plasma nutfah asli Indonesia, Anda pun bisa memperoleh keuntungan finansial dari usaha penangkaran jalak putih. Lanjut membaca

Penangkaran jalak bali Kere Ayem BF (3): Merawat piyikan sampai umur jual

Penangkaran jalak bali Kere Ayem BF (3): Merawat piyikan sampai umur jual
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Pada seri pertama dan seri kedua sudah dijelaskan tips dasar penangkaran burung jalak bali (Leucopsar rothschildi) serta kandang penangkarannya. Nah, dalam seri ketiga, atau seri terakhir, omkicau.com akan menjelaskan bagaimana perawatan piyikan jalak bali sebagaimana dilakukan Om Sukardi, pemilik Kere Ayem Bird Farm Cileungsi Bogor. Perawatan ini dilakukan sejak anakan dipisahkan dari induknya sampai siap dijual, atau sudah bisa makan sendiri. Lanjut membaca

Penangkaran jalak bali Kere Ayem BF (2): Konstruksi kandang harus tinggi

Penangkaran jalak bali Kere Ayem BF (2): Konstruksi kandang harus tinggi
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Dalam seri pertama dijelaskan mengenai dasar-dasar penangkaran jalak bali (Leucopsar rothschildi). Nah, kali ini kita membahas kandang penangkarannya. Kandang bisa dibangun secara sederhana, menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah Anda. Pada dasarnya jalak bali merupakan burung yang mudah dipelihara, tidak neko-neko. Kandang penangkaran pun tak perlu luas, yang penting memenuhi tinggi ideal, yaitu sekitar 3,5 meter. Sebab di alam liar, burung ini senang bertengger di cabang pohon yang tinggi. Sarangnya pun lebih sering diletakkan di tempat yang tinggi. Lanjut membaca

Penangkaran jalak bali Kere Ayem BF (1): Panduan awal untuk calon penangkar

Penangkaran jalak bali Kere Ayem BF (1): Panduan awal untuk calon penangkar
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Bagi Om Sukardi, pemilik Kere Ayem Bird Farm (BF) Cileungsi Bogor, menangkar jalak bali (Leucopsar rothschildi) sama mudahnya dengan menangkar burung dari keluarga jalak lainnya.  Burung dewasa dijodohkan, dan langsung produksi tiada henti. Tak terasa, hingga kini sudah ratusan ekor anakan jalak bali hasil produksinya tersebar di kalangan breeder lain dan penghobi di seluruh Tanah Air. Mau tahu bagaimana tips penangkaran jalak bali yang dilakukan Sukardi? Lanjut membaca

Jalak alis api, burung endemik Sulawesi

Jalak alis api, burung endemik Sulawesi

Belum lama ini, redaksi omkicau.com menerima email dari Om I Wayan Raga dari Bontang, Kalimantan Timur. Ceritanya, Desember lalu, beliau berkunjung ke kampung halaman istrinya di Desa Pangala (Batu Lea), Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Di sana ada kandang berisi tiga ekor burung yang belum pernah dilihatnya. Ia lalu membuka internet dan mencari informasi tentang burung ini, namun tidak ketemu.

“Ukurannya seperti burung jalak. Penduduk setempat menyebutnya burung tokting. Senangnya makan laron dan buah-buahan seperti pisang. Pola makannya hampir sama dengan burung jalak, yaitu nafsu makannya kuat dan sering buang kotoran,” tutur Om Wayan.

Menjelang balik ke Bontang, adik iparnya yang tahu kalau Om Wayan hobi memelihara burung, menawarkan ketiga burung tersebut, dan diterimanya dengan senang hati. Om Wayan lalu memotret burung tersebut dan mengirimkannya ke redaksi omkicau.com, untuk menanyakan jenis burung apa yang diperolehnya dari Toraja.

Sebenarnya feeling Om Wayan sudah tepat. Postur tubuh dan pola makannya mirip burung jalak. Dalam khazanah perburungan nasional, inilah yang disebut jalak alis api atau orang-orang manca menyebutnya fiery-browed myna (terkadang disebut flame-browed myna).

Berikut ini gambar kiriman dari Om Wayan :

burung-jalak-alis-api2 burung-jalak-alis-api

Habitat dan kebiasaan

BURUNG JALAK ALIS API DI ALAM BEBAS

BURUNG JALAK ALIS API DI ALAM BEBAS

Dalam daftar IUCN, jalak alis api ditetapkan dalam status Least Concern (tidak terlalu mengkhawatirkan). Jalak alis api memiliki nama spesies Enodes erythrophris, dan termasuk burung endemik di Sulawesi. Ada tiga subspesies jalak alis api, yaitu:

  • Enodes erythrophris rythrophris : habitat di Sulawesi Utara.
  • Enodes erythrophris centralis : habitat di wilayah utara, tengah, dan tenggara Sulawes.
  • Enodes erythrophris leptorhynchus : habitat di wilayah tengah dan selatan Sulawesi.

Burung ini termasuk dalam keluarga Sturnidae, atau lebih popular dengan sebutan keluarga jalak. Tak heran jika Om Wayan melihat cara makannya yang rakus, suka buang kotoran, dan postur tubuhnya menyerupai burung jalak.

Di alam bebas, mereka hidup  di hutan pegunungan, dataran rendah, atau terkadang di tepi hutan. Meski bisa hidup di dataran rendah, jalak alis api lebih sering mendiami kawasan dengan ketinggian 1.000 – 1.500 meter dari permukaan laut (dpl). Beberapa individu mampu bertahan di ketinggian 2.300 meter dpl.

Biasanya mereka hidup dalam koloni kecil (berpasangan atau bertiga), namun ada juga yang hidup dalam kelompok yang lebih besar. Mereka senang menclok di tanaman buah, karena buah merupakan pakan utamanya selain invertebrata.

Induk jantan dan betina membangun sarang dengan memanfaatkan lubang-lubang pepohonan, dengan ketinggian sekitar 4 meter dari permukaan tanah. Jumlah telur 3-4 butir, dengan masa pengeraman sekitar 14 hari.

Karakter fisik

  • Burung jalak alis api memiliki panjang tubuh sekitar 27 – 28 cm.
  • Bagian atas kepalanya berwarna oranye-kemerahan, dimulai dari lubang hidung (nares), kemudian ke atas hingga bagian atas mata, hingga hampir mencapai tengkuk. Ini menjadi ciri khas jalak alis api.
  • Kepala bagian samping (wajah dan pipi) berwarna hitam kelabu, demikian juga bulu di bagian bawah tubuhnya (mulai dari tenggorokan, dada, hingga perut).
  • Bulu-bulu sayap hijau zaitun atau hijau-kecokelatan.
  • Bagian pantat kuning keemasan, baik sebelah atas maupun bawah (perut bagian akhir, termasuk bulu halus di daerah kloaka).
  • Bulu ekor cokelat, diselingi kuning zaitun.
  • Kedua kaki (shank) dan cakar berwarna kuning kunyit, sedangkan paruh berwarna hitam.
MEMBANGUN SARANG DI LUBANG PEPOHONAN

MEMBANGUN SARANG DI LUBANG PEPOHONAN

Secara umum, burung ini cukup cantik. Tetapi apakah suaranya juga cantik? Silakan dengar sendiri.

Suara burung jalak alis api di alam bebas


DOWNLOAD

Mungkin kalau sudah dimaster bisa bagus juga. Ada yang mencoba?

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

Penangkaran jalak suren ala Hananto Prasetyo

Referensi Wajib Baca
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Sebenarnya sudah banyak tips penangkaran jalak suren yang diekspose di dunia maya. Om Kicau kali ini menurunkan tips penangkaran jalak suren ala Drs Hananto Prasetyo SH MH, Kicaumania Legendaris 2000, yang sudah lama mempraktikkannya di Purwokerto.

Nama Hananto Prasetyo dikenal luas oleh kicaumania pada era 1990-an hingga 2000-an. Terlebih pada tahun 2000, ia dinobatkan sebagai Kicaumania Legendaris menyusul keberhasilannya menjuarai seri Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional selama tiga tahun berturut-turut. Lanjut membaca

Pelepasliaran jalak bali di Badung, pelepasan kali pertama di luar habitat aseli

burung jalak baliUntuk kali pertama, burung jalak bali atau Leucopsar rothschildi alias curik bali hasil penangkaran dilepasliarkan di luar habitat aseli burung tersebut. Pelepasan delapan ekor burung jalak bali itu dilakukan Senin ,  5 November 2012, di Green School, Sibang Kaja, Badung, Bali di depan ratusan murid yang sebagian besar warga ekspatriat.

Burung Jalak Bali yang dilepas ini berasal dari penangkaran Sibang dengan rata-rata usia di atas 5 bulan dan telah dapat mencari makan sendiri serta mampu berkembang biak.

“Habitas asli di Taman Nasional Bali Barat, kemudian kita pernah melepas di Nusa Penida karena mirip Taman Nasional, ini pertama kali dilepas di luar habitat,” ujar Ketut Catur Marbawa, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali usai pelepasan burung sebagaimana dikutip kompas.com.

Begawan Foundation yang memfasilitasi pelepasan ini telah berkoordinasi dengan 7 banjar di lingkungan setempat untuk sama-sama menjaga dan melindungi jalak bali yang mulai hari ini terbang bebas di sekitar lingkungan mereka.

“Harapan kami masyarakat di sini ikut menjaga aset bersama. Jalak bali milik masyarakat Bali, dan merupakan maskot Bali,” imbuh Catur. (*)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.683 pengikut lainnya.